Adabul Mufrad | Bab 243-245 | Hadits ke 530 – 532 | Mengunjungi Orang Sakit

بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم

📚┃ Materi : Kitab Adabul Mufrad
🎙┃ Pemateri : Ustadz Deka Mujahidin, S.P.di Hafizhahullah (Pengajar Mabais Jajar Solo)
🗓️┃ Hari, Tanggal : Ahad, 2 November 2025 M / 11 Jumadil Awwal 1447 H
🕌┃ Tempat : Masjid Al-Firdaus Makamhaji



بَابُ عِيَادَةِ النِّسَاءِ الرَّجُلَ الْمَرِيضَ

243. Wanita Mengunjungi Laki-laki yang sedang Sakit

530. zakariya bin Yahya mengabarkan kepada kami, ia berkata: Al-Hakam bin Al-Mubarak mengabarkan kepada kami, ia berkata: Al-walid, yaitu lbnu Muslim mengabarkan kepadaku, ia berkata:

Al-Harits bin ‘ubaidillah Al-Anshariy mengabarkan kepada kami, ia berkata, “Aku melihat ummud Darda’, di atas untanya terdapat potongan-potongan kayu tanpa penutup, menjenguk seorang laki-laki Anshar dari jamaah masjid.

٥٣٠ – حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ يَحْيَى قَالَ: حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ الْمُبَارَكِ قَالَ: أَخْبَرَنِي الْوَلِيدُ هُوَ ابْنُ مُسْلِمٍ قَالَ: حَدَّثَنَا الْحَارِثُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيُّ قَالَ: رَأَيْتُ أُمَّ الدَّرْدَاءِ، عَلَى رِحَالِهَا أَعْوَادٌ لَيْسَ عَلَيْهَا غِشَاءٌ، عَائِدَةً لِرَجُلٍ مِنْ أَهْلِ الْمَسْجِدِ مِنَ الْأَنْصَارِ. ضعيف

lsnadnya dha’if. Karena At-Harits bin Ubaidullah Al-Anshariy di sini seorang yang keadaannya majhul.

📖 Diriwayatkan At-Bukhari secara mu’allaq (tanpa isnad): Kitab al-Mardhaa.

🏷️ Kandungan Hadits:

Wanita boleh menjenguk laki-laki asing (yang bukan mahram) yang sedang sakit dengan syarat-syarat yang ditentukan syari’at.

Syaratnya:
1. Tidak boleh berduaan.
2. Tidak boleh tabarruj (bersolek).
3. Tidak boleh ada fitnah.

Dan Nabi ﷺ menganjurkan mengunjungi orang yang sakit tanpa merinci jenis kelamin.

*****

بَابُ مَنْ كَرِهَ لِلْعَائِدِ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى الْفُضُولِ مِنَ الْبَيْتِ

244. ORANG YANG TIDAK SUKA ORANG YANG MENIENGUK YANG INGIN MENGETAHUI ISI RUMAH

٥٣١ – حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالَ: أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ، عَنِ الْأَجْلَحِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي الْهُذَيْلِ قَالَ: دَخَلَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ عَلَى مَرِيضٍ يَعُودُهُ، وَمَعَهُ قَوْمٌ، وَفِي الْبَيْتِ امْرَأَةٌ، فَجَعَلَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ يَنْظُرُ إِلَى الْمَرْأَةِ، فَقَالَ لَهُ عَبْدُ اللَّهِ: لَوْ انْفَقَأَتْ عَيْنُكَ كَانَ خَيْرًا لَكَ. صحيح

531. Ali bin Hujr mengabarkan kepada kami, ia berkata, Ali bin Mishar mengabarkan kepada kami dari AI-Ajlah:

Dari Abdullah bin Abil Hudzail, ia berkata, “Suatu kali ‘Abdullah bin Mas’ud menjenguk seseorang yang sedang sakit bersama beberapa orang. Dalam rumah itu ada seorang wanita. Lalu seseorang di antara mereka melihat wanita tersebut. ‘Abdullah bin Mas’ud lalu berkata, ‘Kalau sekiranya matamu buta sebelah, itu lebih baik bagimu.”

lsnadnya shahih.

📃 Penjelasan Kata:

  • Makna لَوْ انْفَقَأَتْ عَيْنُكَ : Seandainya matamu buta sebelah.

🏷️ Kandungan Hadits:

Orang yang menjenguk orang sakit disunnahkan tidak terlalu lama agar tidak mengganggu atau menyusahkan keluarganya. Di samping itu, ia juga harus menundukkan pandangan ketika berada di dalam rumahnya.

*****

الْعِيَادَةِ مِنَ الرَّمَدِ

245. Menjenguk Orang yang Sakit Mata

٥٣٢ – حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْمُبَارَكِ قَالَ: حَدَّثَنَا سَلْمُ بْنُ قُتَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ قَالَ: سَمِعْتُ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ يَقُولُ: رَمِدَتْ عَيْنِي، فَعَادَنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ: «يَا زَيْدُ، لَوْ أَنَّ عَيْنَكَ لَمَّا بِهَا كَيْفَ كُنْتَ تَصْنَعُ؟» قَالَ: كُنْتُ أَصْبِرُ وَأَحْتَسِبُ، قَالَ: «لَوْ أَنَّ عَيْنَكَ لَمَّا بِهَا، ثُمَّ صَبَرْتَ وَاحْتَسَبْتَ كَانَ ثَوَابُكَ الْجَنَّةَ». ضعيف بهذا التمام

532. Abdurrahman bin Al-Mubarak mengabarkan kepada kami, ia berkata: Salman bin Qutaibah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Yunus bin Abi Ishaq mengabarkan kepada kami:

Dari Abu Ishaq, ia berkata, ‘Aku mendengar Zaid bin Arqam berkata, “Mataku sakit, Ialu Nabi ﷺ menjengukku. Beliau lalu bertanya, ‘wahai Zaid, seandainya keadaan matamu begitu, apa yang engkau lakukan?’ Aku menjawab, ‘Aku akan bersabar dan mengharap pahala dari Allah ﷻ.’ Beliau lalu bersabda, ‘Kalau sekiranya matamu dalam keadaan begitu lalu engkau sabar dan mengharap pahala dari Ailah, maka balasanmu adarah surga.”‘

📖 Dha’if dengan lafazh yang tengkap seperti ini. Namun riwayat darinya yang menyebutkan bahwa Nabi ﷺ menjenguk Zaid adalah shahih. shahih Abi Dawud 2716. Diriwayatkan Ahmad dengan lengkap (4/375), Abu Dawud: Kitab Al-Janaa’iz. Bab Fiil ‘iyadah minar Ramadi (3102) dengan lafazh: “Rasulullah ﷺ menjengukku karena penyakit yang menimpa mataku”.

Penjelasan Kata:

Makna رَمِدَتْ عَيْنِي : Ar-ramd adalah penyakit yang menimpa mata.

💡 Kandungan Hadits:

1. Disunnahkan menjenguk orang sakit meskipun penyakit yang dideritanya tidak berbahaya, seperti pusing, sakit gigi dan sakit mata.
2. surga adalah pahala bersabar dan ihtisab (mengharap pahala) karena penyakit yang diderita.

Rukun ibadah itu ada 3, yaitu:

1. Cinta (Al-mahabbah): Rasa cinta kepada Allah yang mendorong seseorang untuk menaati-Nya dengan penuh semangat dan keikhlasan.

2. Harap (Ar-raja’) : Rasa berharap akan rahmat dan karunia Allah ﷻ, baik di dunia maupun di akhirat.

3. Takut (Al-khauf): Rasa takut akan siksa-Nya, yang membuat seseorang selalu sadar akan kesalahannya dan terus berusaha untuk bertaubat serta tidak menyombongkan diri.

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *