بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
┃ Materi : Kitab Adabul Mufrad
┃ Pemateri : Ustadz Deka Mujahidin, S.P.di Hafizhahullah (Pengajar Mabais Jajar Solo)
┃ Hari, Tanggal : Ahad, 24 Mei 2026 M / 07 Dzulhijjah 1447 H
┃ Tempat : Masjid Al-Firdaus Makamhaji
٢٧١ – بَابُ الْحَيَاءِ
Bab-271: Malu
📖 Hadits ke-603: Malaikat Malu kepada Utsman
603. Abur Rabi’ mengabarkan kepada kami, ia berkata: Isma’il mengabarkan kepadaku, ia berkata: Muhammad bin Abi Harmalah mengabarkan kepadaku:
٦٠٣ – عَنْ عَطَاءٍ وَسُلَيْمَانَ ابْنَيْ يَسَارٍ، وَأَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَنَّ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُضْطَجِعًا فِي بَيْتِي، كَاشِفًا عَنْ فَخِذِهِ أَوْ سَاقَيْهِ، فَاسْتَأْذَنَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، فَأَذِنَ لَهُ كَذَلِكَ، فَتَحَدَّثَ. ثُمَّ اسْتَأْذَنَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، فَأَذِنَ لَهُ كَذَلِكَ، ثُمَّ تَحَدَّثَ. ثُمَّ اسْتَأْذَنَ عُثْمَانُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، فَجَلَسَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَوَّى ثِيَابَهُ – قَالَ مُحَمَّدٌ: وَلَا أَقُولُ فِي يَوْمٍ وَاحِدٍ – فَدَخَلَ فَتَحَدَّثَ، فَلَمَّا خَرَجَ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، دَخَلَ أَبُو بَكْرٍ فَلَمْ تَهَشَّ وَلَمْ تُبَالِهِ، ثُمَّ دَخَلَ عُمَرُ فَلَمْ تَهَشَّ وَلَمْ تُبَالِهِ، ثُمَّ دَخَلَ عُثْمَانُ فَجَلَسْتَ وَسَوَّيْتَ ثِيَابَكَ؟ قَالَ: «أَلَا أَسْتَحِي مِنْ رَجُلٍ تَسْتَحِي مِنْهُ الْمَلَائِكَةُ؟». صحيح
Dari ‘Atha’ dan Sulaiman yang keduanya adalah putera Yasar, dan Abu Salamah bin ‘Abdirrahman bahwa Aisyah berkata, “Nabi ﷺ tengah berbaring di rumahku dalam keadaan paha atau betisnya tersingkap. Lalu Abu Bakar meminta izin (untuk bertemu). Beliau pun memberinya izin sementara beliau dalam keadaan demikian. Lalu Abu Bakar berbicara. Kemudian ‘Umar pun meminta izin (untuk bertemu). Beliau memberinya izin sementara beliau masih dalam keadaan demikian. Dan ‘Umar pun berbicara. Kemudian ‘Utsman meminta izin (untuk bertemu). Lalu beliau ﷺ duduk dan merapikan pakaiannya. -Muhammad berkata, ‘Aku tidak menyatakan dalam satu hari.’- Lalu ia masuk dan berbicara. Setelah keluar; ia berkata, ‘Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, Abu Bakar masuk tetapi engkau tidak terperanjat dan tidak tergopoh menyambutnya, demikian pula ketika ‘Umar masuk. Tetapi, ketika ‘Utsman masuk menemuimu, engkau langsung duduk dan merapikan pakaianmu?’ Beliau menjawab, ‘Apakah aku tidak boleh malu. kepada seorang lelaki yang malaikat saja malu kepadanya?”‘
- Diriwayatkan Muslim: Kitab Fadhaa’ilush Shahaabah. Bab Min fadhaaili Utsman bin Affan (26).
- Makna لَمْ تَهَشَّ : Al-hasyasyah artinya wajah yang ceria dan pertemuan yang baik.
- Makna لَمْ تُبَالِهِ : Tidak meyambut dan merayakan kedatangannya.
- Berdasarkan hadits ini, kalangan Malikiyah dan selain mereka berpendapat bahwa paha tidak termasuk aurat. Akan tetapi mereka tidak memiliki hujjah dalam masalah ini, bahwa ia ragu apakah yang terbuka itu dua betis atau dua paha. Dalam hal ini tidak ada kepastian tentang bolehnya membuka paha.
- Lihat penjelasan hadits no. 600 tentang keutamaan ‘Utsman bin ‘Affan dan kedudukan sifat malu dalam Islam.
*****
٢٧٢ – بَابُ مَا يَقُولُ إِذَا أَصْبَحَ
Bab-272: Do’a yang Dibaca pada Waktu Pagi
📖 Hadits ke-604: Disyari’atkannya berdzikir pada waktu pagi dan sore
604. Musa mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abu Awanah mengabarkan kepada kami, ia berkata, ‘Umar mengabarkan kepada kami dari ayahnya:
٦٠٤ -عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَصْبَحَ قَالَ: «أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْحَمْدُ كُلُّهُ لِلَّهِ، لَا شَرِيكَ لَهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ» ، وَإِذَا أَمْسَى قَالَ: «أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ كُلُّهُ لِلَّهِ، لَا شَرِيكَ لَهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ» ضعيف بهذا اللفظ
Dari Abu Hurairah, ia berkata, ‘Apabila Nabi ﷺ memasuki waktu pagi, beliau mengucapkan: ‘Ashbahnaa wa ashbahal hamdu kulluhu lillaah, laa syariika lah, laa ilaaha illallaahu wa ilaihin nusyuur.’ (Kami memasuki waktu pagi, dan pujian di pagi ini seluruhnya milik Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah, dan kepada-Nya (kami) dikumpulkan). Dan apabila memasuki waktu sore, beliau mengucapkan, ‘Amsainaa wa amsal mulku lillaah, walhamdu kulluhu lillaah, laa syariika lah, laa ilaaha illallaahu wa ilaihil mashiir,’ (Kami memasuki waktu sore, dan kekuasaan di sore ini adalah milik Allah, segala puji semuanya hanya bagi Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah, dan kepada-Nya (kami) kembali).”
Dha’if lafazh ini. Di datam sanadnya terdapat ‘Umar, ia adalah lbnu Abi Salamah Az Zuhriy Al-Qaadhiy, padanya terdapat kelemahan. Hal itu diutarakan Al-Albaniy datam kitab Shohih Al-Adab Al-Mufrad. Diriwayatkan Al-Bazzar (3105/Kasyful Astaar) melalui Abu ‘Awanah. Lihat hadits yang akan datang pada no. (1199).
- Makna إِذَا أَصْبَحَ: Memasuki waktu Shubuh (pagi).
- Makna إِذَا أَمْسَى: Memasuki waktu sore.
- Makna النُّشُورُ: Kebangkitan setelah mati.
- Makna الْمَصِيرُ: Tempat kembali
- Disyari’atkannya berdzikir pada waktu pagi dan sore yang keduanya merupakan waktu paling mulia.
- Kehidupan seorang hamba hendaknya selaru berkaitan dengan manhaj Allah.
- Allah adalah Yang Mahadiraja. Milik-Nya-lah seluruh kekuasaan. Jika setiap hamba meyakini bahwa semua kekuasaan milik Allah, niscaya ia akan mengembalikan segala urusan kepada-Nya dan mencukupkan diri dengan-Nya tanpa membutuhkan selain-Nya.
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ
“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
Tinggalkan Balasan