Tidak Ada Jaminan Seseorang akan terhindar dari Kesyirikan, sekalipun Orang yang Alim

โœ’๏ธTidak Ada Jaminan Seseorang Akan Terhindar Dari Kesyirikan, Sekalipun Orang Yang ‘Alim โœ’๏ธ

๐ŸŽ™๏ธโ”ƒ Narasumber Kajian :
Ustadz Rizki Abu Ubaid , Lc hafidzahullahu ta’ala
โ–ช๏ธPengajar Ilmu Syar’i Pondok Pesantren Imam Bukhari, Karanganyar, Jawa Tengah

Kita sebagai seorang Muslim diperintahkan untuk *berhati-hati terhadap ucapan & tindakan kita*, karena ucapan & tindakan yang tidak didasari oleh ilmu & pemahaman yang benar dapat menjerumuskan manusia dalam perbuatan syirik yang tidak disadari.

Seperti yang pernah disampaikan oleh Syaikhul Islam Muhammad bin Abdulwahab dalam kitabnya “Kasyfu Syubuhat” :

” … ูˆู„ูƒู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ู‚ุตุฉ ุชููŠุฏ ุฃู† ุงู„ู…ุณู„ู… ุจู„ ุงู„ุนุงู„ู… ู‚ุฏ ูŠู‚ุน ููŠ ุฃู†ูˆุงุน ู…ู† ุงู„ุดุฑูƒ ู„ุง ูŠุฏุฑูŠ ุจู‡ุง ูุชููŠุฏ ุงู„ุชุนู„ู… ูˆุงู„ุชุญุฑุฒ ูˆู…ุนุฑูุฉ ุฃู† ู‚ูˆู„ ุงู„ุฌุงู‡ู„ : ุงู„ุชูˆุญูŠุฏ ูู‡ู…ู†ุงู‡ ุŒ ุฃู† ู‡ุฐุง ู…ู† ุฃูƒุจุฑ ุงู„ุฌู‡ู„ ูˆู…ูƒุงูŠุฏ ุงู„ุดูŠุทุงู† (ุดุฑุญ ูƒุดู ุงู„ุดุจู‡ุงุช – 13)

Artinya :
โ€œ…Namun kisah ini menunjukkan bahwa seorang muslim, *bahkan seorang ulama, bisa saja terjerumus ke dalam jenis-jenis kemusyrikan tanpa menyadarinya*, maka hal ini menunjukkan adanya ilmu, kehati-hatian, dan pengetahuan bahwa ucapan orang jahil, โ€˜Kami telah memahami tauhid,โ€™ adalah termasuk jenis kejahilan yang paling besar dan tipu daya setan.โ€

Kisah ini memberikan pelajaran bagi kita, bahwa seorang Muslim bahkan seorang alim sekalipun kadang bisa terjatuh dalam jenis kesyirikan yang belum dia ketahui & yang belum dia pahami* bahwa perbuatan itu adalah perbuatan syirik.

Bahkan sampai ada doa yang diajarkan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, *untuk berlindung dari Kesyirikan* :

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠู’ ุฃูŽุนููˆู’ุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ ุฃูุดู’ุฑููƒูŽ ุจููƒูŽ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุนููˆู’ุฐูุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ ุฃูุดู’ุฑููƒูŽ ุจููƒูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ู„ุงูŽ ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู

Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu (makhluk) [perbuatan syirik] sedangkan aku mengetahuinya, dan aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu (dengan sesuatu makhluk) [perbuatan syirik] sedangkan aku tidak mengetahuinya.”

(HR. Al-Bukhari di dalam kitab Al-Adab Al-Mufrod no. 739, dari jalan Maโ€™qil bin Yasar radhiyallahu anhu. Dan dinyatakan SHOHIH oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shohih Al-Adab Al-Mufrod no. 551)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *