بسم الله الرحمن الرحيم
📚┃Materi : “Al-Adab Al-Mufrad”
✍🏼Karya : Imam Al-Bukhari رحمه الله تعال
🎙┃Pemateri : Ustadz Deka Mujahidin, S.Pdi حفظه الله تعالى
▪Alumnus STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya
▪Dosen aktif di MABAIS Surakarta
▪Pengajar Ilmu Syar’i Pondok Pesantren Khulafaurrosyidin Cemani
🗓┃Hari : Setiap Hari Ahad Malam Senin
🕰┃Waktu : Ba’da Maghrib – Isya’
🕌┃Tempat : Masjid Al Firdaus Jaten Makamhaji, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.
بَابُ يُكْتَبُ لِلْمَرِيضِ مَا كَانَ يَعْمَلُ وَهُوَ صَحِيحٌ
BAB 228. PAHALA AMAL ORANG YANG SENANTIASA DILAKUKAN KETIKA SEHAT DITULIS KETIKA IA SAKIT
٥٠٠ – حَدَّثَنَا قَبِيصَةُ بْنُ عُقْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُخَيْمِرَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَا مِنْ أَحَدٍ يَمْرَضُ، إِلَّا كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ وَهُوَ صَحِيحٌ». حيح
500. Qabishah bin ‘Uqbah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Sufyan mengabarkan kepada kami dari ‘Alqamah bin Martsad, dari al-Qasim bin Mukhaimarah: Dari ‘Abdullah bin “Amr, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, “Tidaklah Seorang menderita sakit melainkan ditulis untuknya pahala seperti halnya pahala amal pada saat ia sehat.”
- Shahih. HR. Ahmad (2/159) dan al-Hakim (1/348). Lihat al-Irwa’ (560).
🏷 Kandungan Hadits:
Hadits ini merupakan dalil bahwa orang yang sakit akan mendapat pahala, dengan melihat niatnya, bahwa seandainya ia sehat niscaya ia akan melakukan amal shalih itu. Maka, Allah pun memberi kemurahan karena niat itu, dengan menulis pahala amal itu.
Imam At-Thohawi menjelaskan sebab dia tetap mendapatkan pahala :
1. Karena niat baiknya.
2. Karena kesabaran yang ada pada dirinya.
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
٥٠١ – حَدَّثَنَا عَارِمٌ قَالَ: حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ زَيْدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا سِنَانٌ أَبُو رَبِيعَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” مَا مِنْ مُسْلِمٍ ابْتَلَاهُ اللَّهُ فِي جَسَدِهِ إِلَّا كُتِبَ لَهُ مَا كَانَ يَعْمَلُ فِي صِحَّتِهِ، مَا كَانَ مَرِيضًا، فَإِنْ عَافَاهُ – أُرَاهُ قَالَ: عَسَلَهُ -، وَإِنْ قَبَضَهُ غَفَرَ لَهُ “. حسن صحيح
501. ‘Arim mengabarkan kepada kami, ia berkata: Sa’id bin Zaid mengabarkan kepada kami, ia berkata: Sinan Abu Rabi’ah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Anas bin Malik mengabarkan kepada kami dari Nabi ﷺ beliau bersabda,
“Tidaklah seorang muslim diberi cobaan oleh Allah pada tubuhnya melainkan Allah menuliskan untuknya pahala yang biasa ia lakukan ketika sehat selama ia sakit. Jika Allah menyembuhkanya.” —Aku mengira beliau bersabda, “Menjadikannya yang dipuji.” “Namun, jika Allah mengambil nyawanya, niscaya Dia mengampuninya.”
- Hasan shahih. Sinan Abu Rabi’ah shaduq. Diriwayatkan oleh Ahmad (3/148), Ibnu Abi Syaibah (10831), dan al-Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman (9933). Hadits ini memiliki banyak penguat. Lihat kitab al-Irwa’ no. (560).
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
٥٠١ – حَدَّثَنَا مُوسَى قَالَ: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ سِنَانٍ، عَنْ أَنَسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، مِثْلَهُ، وَزَادَ قَالَ: «فَإِنْ شَفَاهُ عَسَلَهُ» حسن صحيح
Musa mengabarkan kepada kami, ia berkata: Hammad bin Salamah mengabarkan kepada kami dari Sinan: Dari Anas, dari Nabi ﷺ seperti hadits di atas, namun ia menambahkan, “Maka jika Allah menyembuhkannya, Dia akan menjadikannya buah bibir.”
📃 Penjelasan Kata:
- Kata عَسَلَهُ : Allah menjadikan baginya pujian yang baik di kalangan manusia, karena ia telah melakukan kebaikan sebelum meninggal sehingga orang orang pun senang kepadanya.
- Kata ُالْعَسْل Pujian yang baik, diambil dari kata ُالْعَسْل (madu).
🏷 Kandungan Hadits: Sama dengan hadits no. 500.
Hadits ini merupakan dalil bahwa orang yang sakit akan mendapat pahala, dengan melihat niatnya, bahwa seandainya ia sehat niscaya ia akan melakukan amal shalih itu. Maka, Allah pun memberi kemurahan karena niat itu, dengan menulis pahala amal itu.
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
٥٠٢ – حَدَّثَنَا قُرَّةُ بْنُ حَبِيبٍ قَالَ: حَدَّثَنَا إِيَاسُ بْنُ أَبِي تَمِيمَةَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: جَاءَتِ الْحُمَّى إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتِ: ابْعَثْنِي إِلَى آثَرِ أَهْلِكَ عِنْدَكَ، فَبَعَثَهَا إِلَى الْأَنْصَارِ، فَبَقِيَتْ عَلَيْهِمْ سِتَّةَ أَيَّامٍ وَلَيَالِيهِنَّ، فَاشْتَدَّ ذَلِكَ عَلَيْهِمْ، فَأَتَاهُمْ فِي دِيَارِهِمْ، فَشَكَوْا ذَلِكَ إِلَيْهِ، فَجَعَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْخُلُ دَارًا دَارًا، وَبَيْتًا بَيْتًا، يَدْعُو لَهُمْ بِالْعَافِيَةِ، فَلَمَّا رَجَعَ تَبِعَتْهُ امْرَأَةٌ مِنْهُمْ فَقَالَتْ: وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ إِنِّي لِمَنَ الْأَنْصَارِ، وَإِنَّ أَبِي لِمَنَ الْأَنْصَارِ، فَادْعُ اللَّهَ لِي كَمَا دَعَوْتَ لِلْأَنْصَارِ، قَالَ: «مَا شِئْتِ، إِنْ شِئْتِ دَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَكِ، وَإِنْ شِئْتِ صَبَرْتِ وَلَكِ الْجَنَّةُ» ، قَالَتْ: بَلْ أَصْبِرُ، وَلَا أَجْعَلُ الْجَنَّةَ خَطَرًا. صحيح
502. Qurrah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Iyas bin Abi Tamimah mengabarkan kepada kami dari ‘Atha bin Abi Rabah.
Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Demam mendatangi Nabi ﷺ lalu berkata, “Kirimlah aku kepada jejak keluargamu yang ada padamu. Beliau lalu mengirimnya kepada kaum Anshar. Demam itu lalu tinggal di tengah mereka selama enam hari enam malam. Lalu, itu semakin parah dialami mereka. Beliau lalu mendatangi Mereka di perkampungan mereka. Mereka pun mengeluhkan itu kepada beliau. Beliau lalu masuk perkampungan dan rumah Mereka satu per satu, dengan mendo’akan kesembuhan untuk mereka, Ketika pulang, beliau diikuti oleh seorang wanita dari mereka. Ia berkata, “Demi Rabb yang mengutusmu dengan membawa kebenaran, sesungguhnya aku benar-benar dari kaum Anshar dan ayahku juga benar-benar dari kaum Anshar, maka do’akanlah aku sebagaimana engkau mendo’akan Orang-orang Anshar”. Lalu beliau menjawab, “Terserah, jika engkau mau aku akan berdo’a kepada Allah agar Dia menyembuhkanmu dan Jika engkau mau bersabar maka engkau mendapat Surga”. Wanita itu berkata, “Aku akan bersabar saja, dan tidak aku jadikan Surga sebagai risiko.”
- Shahih. HR. Al-Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman (9969). Lihat kitab ash-Shahihah (2502).
📃 Penjelasan Kata:
- Kata الْحُمَّى: Demam, seperti typhus, thipoid, cacar, kuning.
- Kata خَطَرًا: Jaminan, gadai, risiko.
- Kata أَصَبْرُ: Tidak mengeluh kepada selain Allah ketika merasakan pedihnya musibah.
- Kata فكأنها تقول: Seakan-akan wanita itu berkata, “Aku tidak mau menjadikan Surga sebagai risiko yang tidak dijamin dengan memilih do’a dari Nabi ﷺ untuk kesembuhan penyakitku. Surga diperoleh dengan sabar, karena dengan sabar itulah Rasulullah ﷺ menjamin seseorang akan mendapatkan Surga. Inilah yang difahami oleh Syaikh al-Albani setelah membahasnya bersama sejumlah kawan-kawannya.
🏷 Kandungan Hadits:
Apabila suatu musibah diiringi dengan kesabaran ketika menghadapinya maka ia akan membuahkan pengampunan dosa dan meningkatnya derajat seseorang.
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
٥٠٣ – وَعَنْ عَطَاءٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: مَا مِنْ مَرَضٍ يُصِيبُنِي أَحَبَّ إِلَيَّ مِنَ الْحُمَّى، لِأَنَّهَا تَدْخُلُ فِي كُلِّ عُضْوٍ مِنِّي، وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُعْطِي كُلَّ عُضْوٍ قِسْطَهُ مِنَ الْأَجْرِ “. صحيح
Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Tidak ada satu penyakit pun yang menimpaku yang lebih aku sukai daripada demam, karena penyakit itu masuk ke dalam seluruh anggota tubuhku, dan sesungguhnya Allah memberi kepada setiap anggota tubuh bagian pahala.”
– Shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (10817), al-Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman (9969).
🏷 Kandungan Hadits:
Hadits ini adalah dalil bahwa orang yang sakit akan mendapatkan pahala karena sakitnya, yakni ia mendapat pahala yang besarnya menyamai kesalahan-kesalahannya. Apabila ia tidak memiliki kesalahan, maka akan ditulis sebagai pahala utuh.
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
Tinggalkan Balasan