بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم
📚┃ Materi : Kitab Adabul Mufrad
🎙┃ Pemateri : Ustadz Deka Mujahidin, S.P.di Hafizhahullah (Pengajar Mabais Jajar Solo)
🗓┃ Hari, Tanggal : Ahad, 14 September 2025 M / 21 Rabi’ul Awal 1447H
🕌┃Tempat : Masjid Al-Firdaus Makamhaji
232. BAB (Tidak disebutkan judulnya)
📖 Hadits ke-513: Mengantar Makanan Saat Menjenguk Orang Sakit
٥١٣ – حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ وَاقِعٍ قَالَ: حَدَّثَنَا ضَمْرَةُ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ أَبِي عَبْلَةَ قَالَ: مَرِضَتِ امْرَأَتِي، فَكُنْتُ أَجِيءُ إِلَى أُمِّ الدَّرْدَاءِ فَتَقُولُ لِي: كَيْفَ أَهْلُكَ؟ فَأَقُولُ لَهَا: مَرْضَى، فَتَدْعُو لِي بِطَعَامٍ، فَآكُلُ، ثُمَّ عُدْتُ فَفَعَلَتْ ذَلِكَ، فَجِئْتُهَا مَرَّةً فَقَالَتْ: كَيْفَ؟ قُلْتُ: قَدْ تَمَاثَلُوا، فَقَالَتْ: إِنَّمَا كُنْتُ أَدْعُو لَكَ بِطَعَامٍ أَنْ كُنْتَ تُخْبِرُنَا عَنْ أَهْلِكَ أَنَّهُمْ مَرْضَى، فَأَمَّا أَنْ تَمَاثَلُوا فَلَا نَدْعُو لَكَ بِشَيْءٍ. صحيح
513. Al-Hasan bin Waqi’ mengabarkan kepada kami, ia berkata: Dhamrah mengabarkan kepada kami: Dari Ibrahim bin Abi “Ablah, ia berkata, “Isteriku sakit. Lalu aku mendatangi rumah Ummu Darda’, ia berkata kepadaku, ‘Bagaimana isterimu?’ Aku menjawab, “Ia sedang sakit.’ Lalu ia menghidangkan makanan untukku, maka aku pun makan. Kemudian aku kembali dan ia melakukan hal yang sama. Lalu aku mendatanginya lagi suatu kali, lalu ia berkata, “Bagaimana?’ Aku menjawab, “Hampir sembuh.’ Ia berkata, Waktu itu aku menghidangkan makanan untukmu karena engkau memberi tahu kami bahwa keluargamu sakit. Adapun mereka sudah hampir sembuh, maka kami tidak menghidangkan apa pun untukmu.
📖 Shahih. Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam kitab Hilyatul Auliya ‘ (5/245).
📃 Penjelasan Kata:
- Kata تَمَاثَلُوا : Hampir sembuh.
🏷 Kandungan Hadits:
Hadits ini merupakan anjuran agar memberi makan orang yang mengalami musibah, baik karena kecelakaan, kecemasan, atau kegentingan.
*****
٢٣٣ – بَابُ عِيَادَةِ الْأَعْرَابِ
233. Mengunjungi Orang Arab Badui (Do’a Saat Menjenguk Orang Sakit)
📖 Hadits ke-514: Do’a Saat Menjenguk Orang Sakit
٥١٤ – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَّامٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا خَالِدٌ الْحَذَّاءُ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَى أَعْرَابِيٍّ يَعُودُهُ، فَقَالَ: «لَا بَأْسَ عَلَيْكَ، طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ» ، قَالَ: قَالَ الْأَعْرَابِيُّ: بَلْ هِيَ حُمَّى تَفُورُ، عَلَى شَيْخٍ كَبِيرٍ، كَيْمَا تُزِيرُهُ الْقُبُورَ، قَالَ: «فَنَعَمْ إِذًا». صحيح
514. Muhammad bin Salam mengabarkan kepada kami, ia berkata, “Abdul Wahhab ats-Tsaqafi mengabarkan kepada kami, ia berkata: Khalid al-Hadzdza’ mengabarkan kepada kami dari Ikrimah:
Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah ﷺ pernah mengunjungi orang Badui untuk menjenguknya. Beliau lalu bersabda,
«لَا بَأْسَ عَلَيْكَ، طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ»
“Tidak mengapa, semoga penyakit ini membersihkan dosa-dosamu insya Allah.”
Orang Badui itu lalu berkata, “Bahkan ini adalah demam yang mendidih yang menjangkiti orang tua, agar membawanya ke kubur.” Nabi ﷺ menjawab, “Ya, kalau begitu.”
📖 HR. Al-Bukhari, kitab at-Tauhid, bab Fil Misy-yah wal Iradah (7470).
📃 Penjelasan Kata:
- Kata تُزِيرُهُ : Yakni membawanya berziarah kubur secara paksa, bukan karena inisiatifnya.
- Kata فَنَعَمْ : Dikatakan, memungkinkannya untuk mendo’akannya dan mengabarkan tentang apa yang ia capai. Bisa juga dikatakan bahwa padanan kalimatnya, “Ya jika engkau enggan,” yakni sebagaimana yang engkau duga.
- Kata طَهُورٌ: Adalah khabar mubtada’ mahdzuf, yakni ia sebagai penyuci bagimu dari dosa-dosamu.
📖 Kandungan Hadits:
- Seorang imam haruslah memperhatikan masalah menjenguk orang sakit meskipun ia seorang Badui yang keras untuk memberitahu dan mengigatkannya dengan sesuatu yang bermanfaat baginya, dan memerintahkannya untuk bersabar agar ia tidak marah dengan takdir Allah yang akan menyebabkan Allah murka kepadanya.
- Orang yang sakit hendaknya mau menerima nasehat dan memberikan balasan yang baik kepada orang yang mengingatkannya.
*****
٢٣٤. بَابُ عِيَادَةِ الْمَرْضَى
Bab 234: Mengunjungi Orang-orang Sakit
📖 Hadits ke-515: Empat Amalan yang dapat Memasukkan Seseorang ke Surga
٥١٥ – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ قَالَ: حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ كَيْسَانَ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَصْبَحَ الْيَوْمَ مِنْكُمْ صَائِمًا؟» قَالَ أَبُو بَكْرٍ: أَنَا، قَالَ: «مَنْ عَادَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ مَرِيضًا؟» قَالَ أَبُو بَكْرٍ: أَنَا، قَالَ: «مَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الْيَوْمَ جَنَازَةً؟» قَالَ أَبُو بَكْرٍ: أَنَا، قَالَ: «مَنْ أَطْعَمَ الْيَوْمَ مِسْكِينًا؟» قَالَ أَبُو بَكْرٍ: أَنَا. قَالَ مَرْوَانُ: بَلَغَنِي أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَا اجْتَمَعَ هَذِهِ الْخِصَالُ فِي رَجُلٍ فِي يَوْمٍ، إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ» صحيح
515. Muhammad bin Abdil Aziz mengabarkan kepada kami, ia berkata: Marwan bin Mu’awiyah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Yazid bin Kaisan mengabarkan kepada kami dari Abu Hazim:
Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah ﷺ bertanya, ‘Siapa di antara kalian pagi ini berpuasa?” Abu Bakar menjawab, ‘Aku’, Beliau bertanya, ‘Siapa di antara kalian hari ini menjenguk orang sakit?’ Abu Bakar menjawab, “Aku.” Beliau bertanya, ‘Siapa di antara kalian hari ini menghadiri pengurusan jenazah?’ Abu Bakar lalu menjawab, ‘Aku.’ Beliau bertanya, ‘Siapa di antara kalian hari ini memberi makan orang miskin?’ Abu Bakar menjawab, ‘Aku.’ Marwan berkata, Telah Sampai kepadaku berita bahwa Nabi ﷺ bersabda, ‘Tidaklah berkumpul sifat-sifat ini pada diri seseorang dalam satu hari melainkan ia masuk surga’.
📖 HR. Muslim (44) Kitab Fadhailush Shahaabah no. 12.
Kosa Kata:
- Makna إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ: artinya masuk surga tanpa disiksa dan tanpa hisab karena amalan buruk yang dikerjakannya.
🏷 Fiqhul Hadits:
- Dalam hadits ini terdapat keterangan tentang keutamaan Abu Bakar Radhiyallahu’anhu:
– Manusia terbaik setelah Rasulullah ﷺ yang dijamin masuk surga.
– Orang yang paling dicintai Nabi ﷺ.
– Paling bersemangat dalam beramal seperti hadits di atas.
– Rasulullah ﷺ menjamin keteguhan iman beliau.
– Memiliki sifat lemah lembut dan pemaaf. - Keutamaan berpuasa, menjenguk orang sakit, melayat jenazah, dan memberi makan orang miskin.
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
Tinggalkan Balasan