Adabul Mufrad Bab 240 | Hadits no. 525-527 | Apa yang Dikatakan untuk Orang Sakit

بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم

📚┃ Materi : Kitab Adabul Mufrad
🎙┃ Pemateri : Ustadz Deka Mujahidin, S.P.di Hafizhahullah (Pengajar Mabais Jajar Solo)
🗓┃ Hari, Tanggal : Ahad, 19 Oktober 2025 M / 27 Rabi’ul Akhir 1447H
🕌┃ Tempat : Masjid Al-Firdaus Makamhaji


٢٤٠. بَابُ مَا يَقُولُ لِلْمَرِيضِ

240. APA YANG DIKATAKAN UNTUK ORANG SAKIT

Hadits ke-525: Adanya Agar Penyakit Dihilangkan

٥٢٥ – حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي أُوَيْسٍ قَالَ: حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ: لَمَّا قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وُعِكَ أَبُو بَكْرٍ وَبِلَالٌ، قَالَتْ: فَدَخَلْتُ عَلَيْهِمَا، قُلْتُ: يَا أَبَتَاهُ، كَيْفَ تَجِدُكَ؟ وَيَا بِلَالُ، كَيْفَ تَجِدُكَ؟ قَالَ: وَكَانَ أَبُو بَكْرٍ إِذَا أَخَذَتْهُ الْحُمَّى يَقُولُ:

525. Isma’il bin Abi uwais mengabarkan kepada kami, ia berkata: Malik mengabarkan kepadaku dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya:

Dari ‘Aisyah bahwa ia berkata, “Ketika Rasulullah ﷺ tiba di Madinah, Abu Bakar dan Bilal sakit.” ‘Aisyah berkata, “Lalu aku mengunjungi keduanya. Aku mengatakan, ‘Wahai ayahku, apa yang engkau rasakan? Dan wahai Bilal, apa yang engkau rasakan?“‘ Ia (perawi) berkata, “Jika Abu Bakar mengalami demam, ia berkata:

[البحر الرجز]

كُلُّ امْرِئٍ مُصَبَّحٌ فِي أَهْلِهِ … وَالْمَوْتُ أَدْنَى مِنْ شِرَاكِ نَعْلِهِ

setiap orang bersama keluarganya…
padahal maut lebih dekat dari pada tali terompahnya

وَكَانَ بِلَالٌ إِذَا أُقْلِعَ عَنْهُ يَرْفَعُ عَقِيرَتَهُ فَيَقُولُ:

Dan jika Bilal akan sembuh dari sakitnya, ia mengeraskan suaranya lalu berkata:

[البحر الطويل]

أَلَا لَيْتَ شِعْرِي هَلْ أَبِيتَنَّ لَيْلَةً … بِوَادٍ وَحَوْلِي إِذْخِرٌ وَجَلِيلُ

وَهَلْ أَرِدَنْ يَوْمًا مِيَاهَ مَجَنَّةٍ … وَهَلْ يَبْدُوَنْ لِي شَامَةٌ وَطَفِيلُ

Betapa sekiranya aku tidur dimalam hari
Sementara di lembah sekitarku tumbuh idzkir Dan jalil
Dan sekiranya aku melewati sumber-sumber air Mijinnah Serta, betapa sekiranya tampak olehku buklt-bukit Syammah dan Thufail

قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: فَجِئْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرْتُهُ، فَقَالَ: «اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِينَةَ كَحُبِّنَا مَكَّةَ أَوْ أَشَدَّ، وَصَحِّحْهَا وَبَارِكْ لَنَا فِي صَاعِهَا وَمُدِّهَا، وَانْقُلْ حُمَّاهَا فَاجْعَلْهَا بِالْجُحْفَةِ». صحيح

Lalu ‘Aisyah Radhiyallahu’anha berkata, “Lalu aku menemui Rasulullah ﷺ dan aku memberitahu beliau. Lalu beliau berdo’a, ‘Ya Allah, jadikanlah kami mencintai Madinah sebagaimana cinta kami kepada Makkah atau lebih dari itu. Dan jadikanlah ia (Madinah) sehat dan berikanlah keberkahan kepada kami pada sha’ dan muddnya dan pindahkanlah demam ke Juhfah.”

📖 Diriwayatkan Al-Bukhari 5677 dan Muslim 480).

📃 Penjelasan Kata:
  • Makna عَقِيرَتَهُ :Suaranya dalam bentuk tangisan atau senandung.
  • Makna جَلِيلُ : TumUuhan yang memenuhi sekeliling rumah atau selainnya.
  • Makna مَجَنَّةٍ : Sebuah tempat yang jaraknya beberapa mil dari kota Makkah ke arah Marurzh Zhahran yang dahulu di sana terdapat sebuah pasar.
  • Makna شَامَةٌ وَطَفِيلُ : Dua gunung yang terletak dekat dengan Makkah. ‘
  • Makna الْجُحْفَةِ: Miqat bagi penduduk Mesir, Syam, dan Maghrib.
  • Makna كَيْفَ تَجِدُكَ؟ : Bagaimana engkau mendapati dirimu? Maksudnya, perasaanmu, yakni bagaimana keadaan dirimu menurutmu?
🏷 Kandungan Hadits:
  1. Adanya doa agar penyakit dihilangkan. Hal ini tidak menafikan ibadah do’a karena bisa jadi do’a menjadi salah satu sebab dipanjangkannya umur atau dihilangkannya penyakit. Bahkan, terdapat hadits-hadits mutawatir yang mengandung permohonan perlindungan dari gila, penyakit kusta, penyakit berat, akhlak tercela dan hawa nafsu serta penyakit yang buruk.
  2. Boleh bagi wanita menjenguk laki-laki yang sedang sakit dengan syarat memakai tabir.
  3. Di dalamnya terdapat dalil mendo’akan keburukan bagi orang kafir agar mendapat penyakit dan kebinasaan. Ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ, “Dan pindahkan demamnya, lalu timpakan di Juhfah. Sedangkan pada saat itu penduduk Juhfah adalah orang-orang Yahudi”.
  4. Anjuran mendo’akan kaum muslimin agar mendapat kesehatan, kebaikan dan keberkahan di negerinya, dan dihilangkan dari penderitaan dan musibah yang menimpa mereka.

*****

Hadits ke-526: Orang Sakit Hendaknya Mau Menerima Nasihat

٥٢٦ – حَدَّثَنَا مُعَلَّى قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ الْمُخْتَارِ قَالَ: حَدَّثَنَا خَالِدٌ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَى أَعْرَابِيٍّ يَعُودُهُ، قَالَ: وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ عَلَى مَرِيضٍ يَعُودُهُ قَالَ: «لَا بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ» ، قَالَ: ذَاكَ طَهُورٌ، كَلَّا بَلْ هِيَ حُمَّى تَفُورُ – أَوْ تَثُورُ – عَلَى شَيْخٍ كَبِيرٍ، تُزِيرُهُ الْقُبُورَ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فَنَعَمْ إِذًا». صحيح

526. Mu’alla mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abdul ‘Aziz bin Al-Mukhtar mengabarkan kepada kami, ia berkata: Khalid mengabarkan kepada kami dari Ikrimah:

Dari Ibnu ‘Abbas bahwa Nabi ﷺ pernah datang menjenguk seorang Arab Badui dan jika beliau datang menjenguk seseorang yang sedang sakit, beliau bersabda, “Tidak mengapa, semoga menjadi pembersih (dosa-dosa), InsyaAllah.” Orang Arab Badui itu lalu berkata, “Pembersih, tidak, bahkan itu adalah demam yang muncul -atau menyerang- orang tua yang akan membawanya ke kubur.” Maka Nabi menjawab, “Ya jika demikian.”

📖 Diriwayatkan At-Bukhariy: Kitab Al-Mardhaa. Hadits no. (514).

🏷 Kandungan Hadits:

Lihat hadits no. 514 beserta penjelasannya.

  1. Seorang imam haruslah memperhatikan masalah menjenguk orang sakit meskipun ia seorang Badui yang keras untuk memberitahu dan mengigatkannya dengan sesuatu yang bermanfaat baginya, dan memerintahkannya untuk bersabar agar ia tidak marah dengan takdir Allah yang akan menyebabkan Allah murka kepadanya.
  2. Orang yang sakit hendaknya mau menerima nasehat dan memberikan balasan yang baik kepada orang yang mengingatkannya.

*****

Hadits ke-527: Adab Disaat Besuk

٥٢٧ – حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عِيسَى قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ، عَنْ حَرْمَلَةَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ الْقُرَشِيِّ، عَنْ نَافِعٍ قَالَ: كَانَ ابْنُ عُمَرَ إِذَا دَخَلَ عَلَى مَرِيضٍ يَسْأَلُهُ: كَيْفَ هُوَ؟ فَإِذَا قَامَ مِنْ عِنْدِهِ قَالَ: خَارَ اللَّهُ لَكَ، وَلَمْ يَزِدْهُ عَلَيْهِ. ضعيف

527. Ahmad bin ‘lsa mengabarkan kepada kami, ia berkata, ‘Abdullah bin Wahb mengabarkan kepada kami dari Harmalah, dari Muhammad bin ‘Ali Al-Qurasyiy:

Dari Nafi’, ia berkata, “Bilamana ibnu Umar menjenguk orang sakit, ia bertanya, ‘Bagaimana keadaannya? Dan bilamana hendak pulang ia berkata, ‘Semoga Allah memberimu keadaan yang lebih baik,’ dan ia tidak menambah lebih dari itu.

  • Dha’if. Karena Muhammad bin Ati At-Qurasyiy. Adz-Dzahabiy berkata: dia tidak dikenal.
📃 Penjelasan Kata:
  • Makna خَارَ اللَّهُ لَكَ : Semoga Allah memberimu sesuatu yang lebih baik bagimu.
🏷 Kandungan Hadits:

Mendo’akan orang yang sakit agar mendapat kesembuhan dan membangkitkan harapan akan mendapat kesehatan dan keselamatan (insya Allah).

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *