Adabul Mufrad Bab 250-252 | Hadits 547-558 | Masalah Kesombongan

بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم

📚┃Materi : Kitab Adabul Mufrad
🎙┃ Pemateri : Ustadz Yunan Hilmi, Lc Hafizhahullah (Pengajar Ilmu Syar’i Pondok Pesantren Imam Bukhori)
🗓┃ Hari/ Tanggal : Senin, 30 November 2025 M / 9 Jumadil Akhir 1447H
🕌┃Tempat : Masjid Al-Ikhlas – Adi Sucipto Jajar Solo.


٢٥٠. بَابُ الْعَقْلُ فِي الْقَلْبِ

250. Akal dalam Hati

Hadits Ke-547: Akal adalah cahaya ruhani 

547. Sa’id bin Abi Maryam mengabarkan kepada kami, ia berkata: Muhammad bin Muslim mengabarkan kepada kami, ia berkata, ‘Amr bin Dinar mengabarkan kepadaku dari lbnu Syihab, dari ‘lyadh bin Khalifah:

٥٤٧ – عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّهُ سَمِعَهُ بِصِفِّينَ يَقُولُ: إِنَّ الْعَقْلَ فِي الْقَلْبِ، وَالرَّحْمَةَ فِي الْكَبِدِ، وَالرَّأْفَةَ فِي الطِّحَالِ، وَالنَّفَسَ فِي الرِّئَةِ ” حسن

Dari AIi bahwa Iyadh mendengarnya berkata di shiffin, “sesungguhnya akal itu ada dalam hati, kasih sayang itu dalam jantung, kelembutan itu dalam limpa, dan nafas itu dalam paru-paru.”

📃 Penjelasan Kata:

Makna صِفِّينَ : sebuah tempat dekat Riqqah di tepian sungai Eufrat seberah barat Riqqah.

💡 Kandungan Hadits:

Akal adalah kekuatan bawaan yang diberikan Allah ﷻ kepada manusia yang membedakannya dengan hewan. Akal adalah cahaya ruhani yang dimasukkan oleh Allah ke dalam hati atau otak manusia.

***

251. Kesombongan

Hadits Ke-548: Keistimewaan kalimat Laa ilaaha illallaah.

548. sulaiman bin Harb mengabarkan kepada kami, ia berkata: Hammad bin Zaid mengabarkan kepada kami dari Ash-shaq’ab bin Zuhair, dari zaid bin Asram, ia berkata: Aku tidak mengetahuinya melainkan dari ‘Atha bin yasar:

٥٤٨ – عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: كُنَّا جُلُوسًا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْبَادِيَةِ عَلَيْهِ جُبَّةُ سِيجَانٍ، حَتَّى قَامَ عَلَى رَأْسِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: إِنَّ صَاحِبَكُمْ قَدْ وَضَعَ كُلَّ فَارِسٍ – أَوْ قَالَ: يُرِيدُ أَنْ يَضَعَ كُلَّ فَارِسٍ – وَيَرْفَعَ كُلَّ رَاعٍ، فَأَخَذَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَجَامِعِ جُبَّتِهِ فَقَالَ: «أَلَا أَرَى عَلَيْكَ لِبَاسَ مَنْ لَا يَعْقِلُ» ، ثُمَّ قَالَ: ” إِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ نُوحًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا حَضَرَتْهُ الْوَفَاةُ قَالَ لِابْنِهِ: إِنِّي قَاصٌّ عَلَيْكَ الْوَصِيَّةَ، آمُرُكَ بِاثْنَتَيْنِ، وَأَنْهَاكَ عَنِ اثْنَتَيْنِ: آمُرُكَ بِلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، فَإِنَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعَ وَالْأَرَضِينَ السَّبْعَ، لَوْ وُضِعْنَ فِي كِفَّةٍ وَوُضِعَتْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فِي كِفَّةٍ لَرَجَحَتْ بِهِنَّ، وَلَوْ أَنَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعَ وَالْأَرَضِينَ السَّبْعَ كُنَّ حَلْقَةً مُبْهَمَةً لَقَصَمَتْهُنَّ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، فَإِنَّهَا صَلَاةُ كُلِّ شَيْءٍ، وَبِهَا يُرْزَقُ كُلُّ شَيْءٍ، وَأَنْهَاكَ عَنِ الشِّرْكِ وَالْكِبْرِ، فَقُلْتُ، أَوْ قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، هَذَا الشِّرْكُ قَدْ عَرَفْنَاهُ، فَمَا الْكِبْرُ؟ هُوَ أَنْ يَكُونَ لِأَحَدِنَا حُلَّةٌ يَلْبَسُهَا؟ قَالَ: «لَا» ، قَالَ: فَهُوَ أَنْ يَكُونَ لِأَحَدِنَا نَعْلَانِ حَسَنَتَانِ، لَهُمَا شِرَاكَانِ حَسَنَانِ؟ قَالَ: «لَا» ، قَالَ: فَهُوَ أَنْ يَكُونَ لِأَحَدِنَا دَابَّةٌ يَرْكَبُهَا؟ قَالَ: «لَا» ، قَالَ: فَهُوَ أَنْ يَكُونَ لِأَحَدِنَا أَصْحَابٌ يَجْلِسُونَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: «لَا» ، قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، فَمَا الْكِبْرُ؟ قَالَ: «سَفَهُ الْحَقِّ، وَغَمْصُ النَّاسِ» ⦗صحيح)

Dari ‘Abdullah bin Amr, ia berkata, “Kami pernah duduk bersama Rasulullah ﷺ, lalu seorang penduduk desa datang dengan berpakaian jubah hijau yang indah hingga ia berdiri di depan Nabi ﷺ dan berkata, ‘sesungguhnya sahabat kalian (nabi kalian) telah merendahkan semua penunggang kuda -atau ia berkata, ‘lngin merendahkan semua penunggang kuda’- dan meninggikan semua penggembala.’ Lalu beliau memegang jubahnya seraya bersabda, ‘Ketahuilah aku melihatmu mengenakan pakaian orang yang tak berakal?’ Lalu beliau bersabda, ‘sesungguhnga ketika Nabi Nuh alaihissalam jelang wafat, beliau berkata kepada anaknya, (‘Sesungguhnga aku berwasiat padamu, aku memerintahkanmu dengan dua perkara dan melarangmu dua perkara. Aku perintahkan engkau dengan ucapan Laa ilaaha illallaah, karena Seandainya tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi diletakkan di satu timbangan dan Laa ilaaha illallaah diletakkan di timbangan yang lain, maka ucapan Laa ilaaha illallaah itu akan lebih berat. Dan seandainya tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi itu adalah sesuatu yang amat besar, maka ia akan ditembus oleh (kalimat) Laa ilaaha iilallaah. Dan (aku memerintahkanmu dengan) subhaanallaah wabihamdih, karena ia adalah shalat bagi segala sesuatu dan dengannya segala sesuatu diberi rizki. Dan aku melarangmu dari kesyirikan dan kesombongan.” Lalu aku berkata, atau ditanyakan, “‘Wahai Rasulullah, tentang syirik kami sudah mengetahuinya, lalu apa itu sombong? Apakah itu adalah pakaian setelan yang dikenakan oleh seseorang?’ Beliau menjawab, ‘Tidak.’ Lalu ia bertanya, Apakah itu adalah dua terompah indah dengan tari indah yang dipakai oleh salah seorang dari kami?’ Beliau menjawab, Tidak, la kembali bertanya, Apakah itu adalah hewan yang ditunggangi oleh salah seorang dari kami?’ Beliau menjawab, ,Tidak, Ia bertanya, ‘Apakah itu adalah teman-teman salah seorang dari kami yang mereka duduk bersamanya?’ Beliau menjawab ,’Tidak’, Ia lalu bertanya, ‘Wahai Rasulullah, lalu apa itu sombong?, Beliau menjawab, ‘Menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”

(…) Abdullah bin Maslamah mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abdul ‘Aziz mengabarkan kepada kami dari Zaid:

٥٤٨ – حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ، عَنْ زَيْدٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّهُ قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَمِنَ الْكِبْرِ. . .؟ نَحْوَهُ. صحيح

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bahwa ia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah termasuk sombong…?” seperti hadits di atas.

Shahih. Diriwayatkan Ahmad (2/169-170) dan Al-Hakim (1/48). Lihat Ash-shahihah (1341).

📃 Penjelasan Kata:

  • Makna جُبَّةُ سِيجَانٍ: Jamak dari sajj, yaitu jubah hijau, baju berwarna kehitaman.
  • Makna قَدْ وَضَعَ كُلَّ فَارِسٍ : Merendahkan dan menjadikannya hina.
  • Makna يَرْفَعَ كُلَّ رَاعٍ : Menjadikannya tinggi dan pemimpin.
  • Makna لِبَاسَ مَنْ لَا يَعْقِلُ : Maksudnya, orang ini tidak tahu (jahil) yang tidak mengerti hukum agama sedikit pun.
  • Makna الكفة :Segala sesuatu yang bentuknya bulat.
  • Makna لَرَجَحَتْ بِهِنَّ: Pasti ukurannya menjadi besar, kedudukannya menjadi tinggi, dan pahalanya menjadi banyak.
  • Makna لَقَصَمَتْهُنَّ: Menembus/melubanginya. Artinya, seandainya langit dan bumi dijadikan sebagai dinding yang menghalangi kalimat tauhid, pasti kalimat tauhid mampu menghancurkannya hingga sampai kepada Allah ﷻ.
  • Makna صَلَاةُ كُلِّ شَيْءٍ: Dari sini bisa diambil kesimpulan bahwa shalat dan tasbih hewan, benda mati, dan tumbuh-tumbuhan adalah bacaan “subhaanallaah wabihamdihii.” Dengan keberkahan bacaan inilah Allah memberi rizki kepada setiap sesuatu.
  • Makna سَفَهُ الْحَقِّ: Menolak kebenaran karena sombong.
  • Makna غَمْصُ النَّاسِ: Menghina dan merendahkan orang lain.

📃 Penjelasan Kata:

  1. Laki-laki diharamkan memakai pakaian sutera.
  2. Keistimewaan kalimat Laa ilaaha illallaah.
  3. Pakaian dan alas kaki yang bagus tidak termasuk bentuk kesombongan selama tidak disertai sikap ‘ujub’ sehingga membuat seseorang menjadi sombong.
  4. Sombong termasuk dosa besar yang pelakunya berhak mendapat adzab dari Allah di dunia dan akhirat.
  5. Termasuk bentuk kesombongan adalah menolak kebenaran karena ingkar, merasa tinggi dan sombong, dan termasuk bentuk tawadhu’ adalah tunduk dan patuh terhadap kebenaran.

📖 Hadits ke-549: Allah ﷻ Murka kepada Orang yang Sombong

549. Musaddad mengabarkan kepada kami, ia berkata: Yunus bin Al-Qasim Abu ‘Umar Al-Yamamiy mengabarkan kepada kami, ia berkata:

٥٤٩ – حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ بْنُ خَالِدٍ قَالَ: سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَنْ تَعَظَّمَ فِي نَفْسِهِ، أَوِ اخْتَالَ فِي مِشْيَتِهِ، لَقِيَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ» صحيح

Dari ‘lkrimah bin Kharid, ia berkata, “Aku mendengar Ibnu Umar dari Nabi ﷺ beliau bersabda, Barangsiapa merasa besar dirinya atau congkak dalam jalannya, dia akan menjumpai Allah ﷻ dalam keadaan murka kepadanya”.

📃 Penjelasan Kata:

  • Makna تَعَظَّمَ فِي نَفْسِهِ: Menganggap bahwa dirinya besar/hebat.
  • Makna اخْتَالَ فِي مِشْيَتِهِ : Bersikap sombong.

💡 Kandungan Hadits:

  1. Ujub adalah sikap yang membinasakan orang yang memiliki sifat ini akan mendapat akibat yang buruk di dunia dan athirat.
  2. Orang yang sombong tidak ridha dalam beribadah kepada Allah ﷻ oleh karena itu dia akan mendapat kemurkaan dan amarah-Nya.

*****

📖 Hadits ke-550: Tanda-tanda Orang yang Tidak Sombong

550. Abdul ‘Aziz bin Abdillah mengabarkan kepada kami dari Abdul ‘Aziz bin Muhammad, dari Muhammad bin ‘Amr dari Abu Salamah:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا اسْتَكْبَرَ مَنْ أَكَلَ مَعَهُ خَادِمُهُ، وَرَكِبَ الْحِمَارُ بِالْأَسْوَاقِ، وَاعْتَقَلَ الشَّاةَ فَحَلَبَهَا» حسن

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Tidaklah sombong orang yang makan bersama pelayannya, menunggangi keledai di pasar-pasar, dan memegang pengikat kambing lalu memerah susunya’.

📖 lsnadnya hasan. Muhammad bin ‘Amr bin Al-Qamah adalah rawi yang shoduuq namun memiliki banyak kekeliruan . Lihat Ash-Shahihah (2218). Diriwayatkan Al-Baihaqi dalam kitab Syu’abul iimaan (8188).

💡 Kandungan Hadits:

Mengendarai keledai, memerah susu kambing dan makan bersama pembantu merupakan tanda kerendahan hati dan jauhnya seseorang dari sikap sombong.

*****

📖 Hadits ke-551: Keutamaan Ali Radhiyallahu’anhu: Tawadhu dan Lemah Lembut

551. Musa bin Bahr mengabarkan kepada kami, ia berkata, ‘Ali bin Hasyim bin Al-Barid mengabarkan kepada kami, ia berkata:

حَدَّثَنَا صَالِحٌ بَيَّاعُ الْأَكْسِيَةِ، عَنْ جَدَّتِهِ قَالَتْ: رَأَيْتُ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ اشْتَرَى تَمْرًا بِدِرْهَمٍ، فَحَمَلَهُ فِي مِلْحَفَتِهِ، فَقُلْتُ لَهُ، أَوْ قَالَ لَهُ رَجُلٌ: أَحْمِلُ عَنْكَ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ؟ قَالَ: لَا، أَبُو الْعِيَالِ أَحَقُّ أَنْ يَحْمِلَ. ضعيف

Shalih penjual pakaian mengabarkan kepada kami dari neneknya, ia berkata, “Aku pernah melihat Ali Radhiyallahu’anhu membeli kurma satu dirham lalu membawanya dalam selimutnya. Lalu aku berkata kepadanya, atau seseorang berkata kepadanya, ‘Aku bawakan wahai Amirul Mukminin.’ Ia berkata, ‘Jangan! Kepala rumah tangga lebih berhak membawa.”

📖 lsnadnya dha’if. Shalih dan neneknya maihul. Diriwayatkan Ahmad dalam kitab Fadhaalush Shahabah (916) dan datam kitab Az-Zuhud (708). Dalam maknanya hadits ini marfu’, tetapi ia maudhu’. Adh-Dha’ifoh (89).

💡 Kandungan Hadits:

Penjelasan tentang keutamaan ‘Ali Radhiyallahu’anhu. Beliau adalah seorang yang tawadhu’ dan lemah lembut.

*****

🗓┃ Hari/ Tanggal : Senin, 7 Desember 2025 M / 15 Jumadil Akhir 1447H

📖 Hadits ke-552: Kesombongan adalah Jubah Allah ﷻ

552. Umar mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ayahku mengabarkan kepada kami, ia berkata: Al-A’masy mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abu Ishaq mengabarkan kepada kami dari Abu Muslim Al-Agharr, ia mengabarkan kepadanya:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، وَأَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْعِزُّ إِزَارِي، وَالْكِبْرِيَاءُ رِدَائِي، فَمَنْ نَازَعَنِي بِشَيْءٍ مِنْهُمَا عَذَّبْتُهُ». صحيح

Dari Abu Ea’id Al-Khudriy dan Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ, dari Allah ﷻ, Dia berfirman, “Kemuliaan adalah pakaian-Ku dan sifat sombong adalah jubah-Ku. Barang siapa menentang-Ku dengan sesuatu dari keduanya, niscaya dia akan Aku adzab.’

📖 Diriwayatkan Muslim: Kitab Al-Birr wash Shilah. Bab Tahriimul kibri (136).

💡 Kandungan Hadits:

  1. Kesombongan dan keagungan adalah dua sifat khusus bagi Allah ﷻ yang tidak boleh dimiliki oleh siapa pun selain Dia. oleh karena itu, makhluk tidak sepantasnya menggunakan salah safu dari dua sifat tersebut.
  2. Barangsiapa merampas salah satu dari sifat-sifat Allah, maka Allah ﷻ akan mencampakkannya ke dalam neraka.

*****

📖 Hadits ke-553: Peringatan agar Tidak Merasa Hebat dari Orang Lain

553. Ali bin Hajar mengabarkan kepada kami, ia berkata: Isma’il mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abu Rawahah yazid bin Aiham mengabarkan kepada kami:

عَنِ الْهَيْثَمِ بْنِ مَالِكٍ الطَّائِيِّ قَالَ: سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ يَقُولُ عَلَى الْمِنْبَرِ، قَالَ: إِنَّ لِلشَّيْطَانِ مَصَالِيًا وَفُخُوخًا، وَإِنَّ مَصَالِيَ الشَّيْطَانِ وَفُخُوخَهُ: الْبَطَرُ بِأَنْعُمِ اللَّهِ، وَالْفَخْرُ بِعَطَاءِ اللَّهِ، وَالْكِبْرِيَاءُ عَلَى عِبَادِ اللَّهِ، وَاتِّبَاعُ الْهَوَى فِي غَيْرِ ذَاتِ اللَّهِ. حسن موقوف

Dari Al-Haitsam bin Marik Ath-Tha’iy, ia berkata, Aku mendengar An-Nu’man bin Basyir berkata di atas mimbar, “Sesungguhnya syaithan memiliki perangkap-perangkap, dan alat-alat berburu. Sesungguhnya perangkap-perangkap dan alat buru syetan adalah pengingkaran atas nikmat-nikmat Allah, membanggakan diri dengan pemberian Allah, sombong terhadap hamba-hamba AIIah dan mengikuti hawa nafsu pada selain Dzat AIIah.”

📖 Hasan mauquf. secara marfu’ ia lemah. Lihat Adh-Dha’ifoh (2463). Diriwayatkan Al-Bukhariy dalam kitab At-Taarikh Al-Kabiir (8/321) dan At-Kharaa-ithiy datam kitab Masaawi-il Akhlaaq (589) secara mauquuf.

📃 Penjelasan Kata:

  • Makna مَصَالِيً: Jamak dari kata mashlaah, yaitu perangkap (jaring).
  • Makna الْفَخْرُ: Jamak dari al-Fakhkh, yaitu alat untuk berburu.
  • Makna الْبَطَرُ بِأَنْعُمِ اللَّهِ : Bersikap sewenang-wenang ketika mendapat kenikmatan dari Allah ﷻ.
  • Makna الْفَخْرُ بِعَطَاءِ اللَّهِ: Menganggap dirinya besar dan mulia.
  • Makna الْكِبْرِيَاءُ عَلَى عِبَادِ اللَّهِ : Merasa lebih tinggi dan lebih besar dari mereka.

💡 Kandungan Hadits:

Peringatan agar tidak merasa hebat dan mulia, serta tidak menganggap dirinya lebih tinggi dan lebih besar dari orang lain.

*****

📖 Hadits ke-554: Perdebatan Surga dan Neraka

554. Ali mengabarkan kepada kami, ia berkata: Sufyan mengabarkan kepada kami dari AbuzZinad, dari Al-A’raj:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” احْتَجَّتِ الْجَنَّةُ وَالنَّارُ – وَقَالَ سُفْيَانُ أَيْضًا: اخْتَصَمَتِ الْجَنَّةُ وَالنَّارُ – قَالَتِ النَّارُ: يَلِجُنِي الْجَبَّارُونَ، وَيَلِجُنِي الْمُتَكَبِّرُونَ، وَقَالَتِ الْجَنَّةُ: يَلِجُنِي الضُّعَفَاءُ، وَيَلِجُنِي الْفُقَرَاءُ. قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لِلْجَنَّةِ: أَنْتِ رَحْمَتِي أَرْحَمُ بِكِ مَنْ أَشَاءُ، ثُمَّ قَالَ لِلنَّارِ: أَنْتِ عَذَابِي أُعَذِّبُ بِكِ مَنْ أَشَاءُ، وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْكُمَا مِلْؤُهَا “. صحيح

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, “Surga dan neraka berbantah -Sufyan juga mengatakan, ‘Surga dan neraka saling berdebat’. Neraka berkata, ‘Yang memasukiku adalah orang-orang kejam dan orang-orang Aang sombong.’ Dan Surga berkata, ‘Yang memasukiku adalah orang-orang lemah dan yang memasukiku adalah orang-orang miskin.’ Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman kepada surga, ‘Engkau adalah rahmat-Ku, Aku merahmati denganmu siapa Aang Aku kehendaki.’ Kemudian Allah berfirman kepada neraka, ‘Engkau adalah adzab-Ku, Aku mengadzab denganmu siapa Aang Aku kehendaki, dan masing-masing dari kalian mempunyai penghuni yang mengisinya.”

📖 Diriwayatkan Al-Bukhari: Kitab At-Tauhiid. Bab maa jaa-a fii qoulillaahi Ta’aalaa “lnna Rahmatallaahi Qariibun minal muhsiniin” (7449) dan Muslim: Kitab Al-Jannah. Bab An-Naaru yadkhuluhaal jabbaaruun (34-35).

💡 Kandungan Hadits:

  1. Ini adalah dalil bahwa surga dan neraka adalah makhluk yang tidak akan habis dan tidak akan binasa.
  2. Sombong adalah jalan menuju neraka, sedangkan tawadhu’ kepada Allah ta’ala adalah penyebab mendapatkan rahmat Allah ta’ala dan sebab untuk bisa masuk surga.
  3. Allah ta’ala menciptakan penghuni untuk surga dan penghuni untuk neraka dan keduanya akan dipenuhi oleh Allah.

*****

📖 Hadits ke-555: Keutamaan Sahabat Nabi ﷺ

555. Ishaq mengabarkan kepada kami, ia Al-Fadhl mengabarkan kepada kami, Jumai’ mengabarkan kepada kami:

عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ: لَمْ يَكُنْ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُتَحَزِّقِينَ، وَلَا مُتَمَاوِتِينَ، وَكَانُوا يَتَنَاشَدُونَ الشِّعْرَ فِي مَجَالِسِهِمْ، وَيَذْكُرُونَ أَمْرَ جَاهِلِيَّتِهِمْ، فَإِذَا أُرِيدَ أَحَدٌ مِنْهُمْ عَلَى شَيْءٍ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ، دَارَتْ حَمَالِيقُ عَيْنَيْهِ كَأَنَّهُ مَجْنُونٌ. حسن

Dari Abu Salamah bin Abdirrahman, ia berkata, para Shahabat Rasulullah ﷺ bukanlah orang-orang yang mutahazziq (berkumpul-kumpul tanpa tujuan) dan bukan pula mutamawit (menampakkan diri seperti orang yang lemah karena banyak beribadah), melainkan mereka adalah orang-orang yang melantunkan sya’ir di majelis mereka, mereka menyebut-nyebut masalah masa jahiliyah mereka. Jika salah seorang dari mereka dikaitkan dengan sesuatu dari urusan Allah, maka berputarlah bola matanya seolah gila.”

📖 lsnadnya hasan. At-Waliid bin Juma’i adalah rawi shoduuq. Lihat Ash-shahihah (434). Diriwayatkan Ahmad datam kitab Az-Zuhud (1199) dan tbnu Abi syaibah (26058).

📃 Penjelasan Kata:

  • Makna مُتَحَزِّقِينَ: Kumpul-kumpul (tanpa guna).
  • Makna مُتَمَاوِتِينَ: Dikatakan, “Tamawatar rajul” artinya jika dia menampakkan tanda lemah pada dirinya karena beribadah, zuhud, atau puasa.
  • Makna حَمَالِيقُ عَيْنَيْهِ: Bentuk jamak dari himlaqul ‘ain, yaitu bagian dalam kelopak mata yang menjadi hitam karena diberi celak. Ini adalah kiasan untuk menunjukkan mata yang dibuka dan melihat dengan pandangan yang tajam.

💡 Kandungan Hadits:

Keutamaan sahabat secara keseluruhan yang mendapat didikan langsung dari Al-Mushthafa ﷺ , dan penjelasan tentang sifat-sifat mereka yang terpuji dan akhlak mereka yang mulia.

*****

🗓┃ Hari/ Tanggal : Senin, 14 Desember 2025 M / 23 Jumadil Akhir 1447H

📖 Hadits ke-556: Memperbagus Penampilan bukan Sombong

556. Muhammad bin Al-Mutsanna mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abdul Wahhab mengabarkan kepada kami, ia berkata: Hisyam mengabarkan kepada kami dari Muhammad:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَكَانَ جَمِيلًا، فَقَالَ: حُبِّبَ إِلَيَّ الْجَمَالُ، وَأُعْطِيتُ مَا تَرَى، حَتَّى مَا أُحِبُّ أَنْ يَفُوقَنِي أَحَدٌ، إِمَّا قَالَ: بِشِرَاكِ نَعْلٍ، وَإِمَّا قَالَ: بِشِسْعٍ أَحْمَرَ، الْكِبْرُ ذَاكَ؟ قَالَ: «لَا، وَلَكِنَّ الْكِبْرَ مَنْ بَطَرَ الْحَقَّ، وَغَمَطَ النَّاسَ». صحيح

Dari Abu Hurairah bahwa seorang lelaki mendatangi Nabi ﷺ, dan ia adalah seorang yang tampan. Orang itu berkata, “Aku menyukai keindahan, dan aku diberi seperti apa yang engkau lihat, hingga aku tidak ingin ada seorang pun yang mengungguliku.” Ia mengatakan, “Dengan tali terompah.” Atau ia mengatakan, “Dengan jepitan terompah merah.” Apakah itu termasuk kesombongan?” Beliau menjawab, “Tidak, tetapi (kesombongan adalah) orang Aang mengingkari kebenaran dan merendahkan manusia.

📖 Shahih. Diriwayatkan Abu Dawud: Kitab Al-Libaas. Bab Maa Jaa-a fil Kibri, Ibnu Hibban (5467), Al-Hakim (4/181). Dan dalam bab yang sama, diriwayatkan juga At-Tirmidzi (1999) dari lbnu Mas’ud. Lihat Ghaayatul Maraam (115).

💡 Kandungan Hadits:

  1. Berhias dan memperbagus penampilan termasuk sesuatu yang diperintahkan oleh syari’at, sama sekali tidak ada hubungannya dengan kesombongan.
  2. Yang dimaksud sombong menurut syari’at adalah tidak mau tunduk kepada kebenaran dan merendahkan orang lain.

*****

📖 Hadits ke-557: Akibat Buruk bagi Orang-orang yang Sombong

557. Muhammad bin Salam mengabarkan kepada kami, ia berkata, ‘Abdullah bin Al-Mubarak mengabarkan kepada kami dari Muhammad bin ‘Ajlan:

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” يُحْشَرُ الْمُتَكَبِّرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَمْثَالَ الذَّرِّ فِي صُورَةِ الرِّجَالِ، يَغْشَاهُمُ الذُّلُّ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ، يُسَاقُونَ إِلَى سِجْنٍ مِنْ جَهَنَّمَ يُسَمَّى: بُولَسَ، تَعْلُوهُمْ نَارُ الْأَنْيَارِ، وَيُسْقَوْنَ مِنْ عُصَارَةِ أَهْلِ النَّارِ، طِينَةَ الْخَبَالِ “. حسن

Dari’Amr bin Syu’aib, dari ayahnya dari kakeknya, dari Nabi ﷺ beliau bersabda, “Orang-orang sombong dikumpulkan pada hari kiamat seperti semut merah dalam bentuk orang. Mereka dikelilingi kehinaan dari segala arah. Mereka digiring ke penjara di neraka yang dinamakan Bulas. Api menaungi mereka dan mereka diberi minum dari darah dan nanah penghuni neraka, (yang bernama) thinatul khabal.”

📖 Hasan. Diriwayatkan Ahmad (2/179) dan At-Tirmidziy: Kitab Shifatul Qiyaamah. Bab (47) hadits (2492).

📃 Penjelasan Kata:

  • Makna الذَّرِّ: Semut merah kecil. Bentuk tunggalnya adalah dzarrah.
  • Makna بُولَسَ : Berasal dari kata iblas, yaifu putus asa karena orang yang memasukinya pasti tidak mempunyai harapan untuk bisa keluar.
  • Makna نَارُ الْأَنْيَارِ : Naarun, niiraan. Bentuk idhafah ini sebagai mubalaghah.
  • Makna عُصَارَةِ أَهْلِ النَّارِ : Nanah dan darah yang mengalir dari mereka (penghuni neraka).
  • Makna طِينَةَ الْخَبَالِ : Kerusakan yang menimpa hewan yang menyebabkan kegoncangan pada akal dan fikiran.

💡 Kandungan Hadits:

Dalam hadits ini terdapat penjelasan tentang akibat buruk bagi orang-orang sombong yang merasa lebih tinggi dari orang lain bahwa di dunia ini akan mendapat murka dari Allah, dan di akhirat kelak akan merasakan siksaan yang sangat menyakitkan.

*****

٢٥٢ – بَابُ مَنِ انْتَصَرَ مِنْ ظُلْمِهِ

Bab-252. Orang yang Membela Diri dari Kedzalimannya

📖 Hadits ke-558: Pembelaan Rasulullah kepada Aisyah Radhiyallohu’anha

558. Ibrahim bin Musa mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ibnu Abi Za’idah mengabarkan kepadaku, ia berkata: Ayahku mengabarkan kepada kami dari Khalid bin Salamah, dari Al Bahiy, dari ‘Urwah:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهَا: «دُونَكِ فَانْتَصِرِي».

Dari Aisyah Radhiyallohu’anha, bahwa Nabi ﷺ bersabda kepadanya, “Tahanlah dirimu dari orang yang menganiayamu, maka menangkan dirimu dari orang yang mengganggumu.’

📖 Shahih. Diriwayatkan Ahmad (6/93) dan lbnu Majah secara panjang di Kitab An-Nikah. Bab Husnu mu’aasyoratin nisaa-i (1981). Lihat Ash-Shohihah (1862).

Aisyah adalah istri yang paling dicintai oleh Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam.

Dari ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhu, ia pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَىُّ النَّاسِ أَحَبُّ إِلَيْكَ قَالَ « عَائِشَةُ » . فَقُلْتُ مِنَ الرِّجَالِ فَقَالَ « أَبُوهَا »

“Siapa orang yang paling engkau cintai?” Beliau menjawab, “Aisyah”. Ditanya lagi, “Kalau dari laki-laki?” Beliau menjawab, “Ayahnya (yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq).” (HR. Bukhari, no. 3662 dan Muslim, no. 2384)

📃 Penjelasan Kata:

  • Makna دُوْنَكِ : Untuk menunjukkan ighra’, yakni hindarilah orang yang men zhalimimu dan tolonglah dirimu dari orang yang mengganggumu.

💡 Kandungan Hadits:

Rasulullah lebih mencintai ‘Aisyah dibanding isteri-isteri beliau lainnya, sangat memperhatikannya, dan beliau tidak suka jika mendengar kata-kata yang bisa menyakiti hatinya. Ketika kata-kata yang menyakitinya itu berasal dari isterinya yang lain, maka beliau berusaha membalasnya untuk membela ‘Aisyah Radhiyallohu’anha.


•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *