بسم الله الرحمن الرحيم
📚┃Materi : “Al-Adab Al-Mufrad”
✍🏼Karya : Imam Al-Bukhari رحمه الله تعال
🎙┃Pemateri : Ustadz Deka Mujahidin, S.Pdi حفظه الله تعالى
▪ Alumnus STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya
▪ Dosen aktif di MABAIS Surakarta
▪ Pengajar Ilmu Syar’i Pondok Pesantren Khulafaurrosyidin Cemani
🗓┃Hari : Setiap Hari Ahad Malam Senin
🕰┃Waktu : Ba’da Maghrib – Isya’
🕌┃Tempat : Masjid Al Firdaus Jaten Makamhaji, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo
بَابُ الظُّلْمُ ظُلُمَاتٌ
Bab 225. Kedzaliman adalah Kegelapan
📖 Hadits ke-486: Qishas di Qantharah
٤٨٦ – حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، وَإِسْحَاقُ قَالَا: حَدَّثَنَا مُعَاذٌ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَبِي الْمُتَوَكِّلِ النَّاجِيِّ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا خَلَصَ الْمُؤْمِنُونَ مِنَ النَّارِ حُبِسُوا بِقَنْطَرَةٍ بَيْنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ، فَيَتَقَاصُّونَ مَظَالِمَ بَيْنَهُمْ فِي الدُّنْيَا، حَتَّى إِذَا نُقُّوا وَهُذِّبُوا، أُذِنَ لَهُمْ بِدُخُولِ الْجَنَّةِ، فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَأَحَدُهُمْ بِمَنْزِلِهِ أَدَلُّ مِنْهُ فِي الدُّنْيَا». صحيح
486. Musaddad dan Ishaq mengabarkan kepada kami, keduanya berkata: Mu’adz mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ayahku mengabarkan kepadaku dari Qatadah, dari Abul Mutawakkil an-Naji:
Dari Abu Sa’id, dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda, “Apabila orang-orang beriman lolos dan selamat dari neraka, mereka ditahan di suatu jembatan antara Surga dan neraka. Lalu mereka saling membalas atas kezhaliman-kezhaliman antar mereka ketika di dunia. Setelah mereka dibersihkan dengan saling membalas, lalu diizinkan masuk Surga. Demi Rabb yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh seseorang di antara mereka lebih mengetahui tempat tinggalnya (di Surga) daripada tempatnya di dunia.”
📖 HR. Al-Bukhari, kitab al-Mazhalim, bab Gishashul Mazhalim (2440).
📃 Kosa Kata:
- Kata فَيَتَقَاصُّونَ : Masing-masing mempunyai dosa atas perbuatan zhalim mereka, tetapi kezhaliman tersebut tidak sampai menyebabkan pelakunya masuk neraka. Perhitungan balas membalas yang terjadi antara mereka adalah dengan memilah kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan mereka, namun satu sama lain pada hari itu tidak saling membenci.
- Kata نُقُّوا وَهُذِّبُوا : Dibersihkan dari segala macam dosa dengan perhitungan yang terjadi di antara mereka.
- Kata أَدَلُّ مِنْهُ فِي الدُّنْيَا: Berasal dari kata ad-dalaalah, yaitu petunjuk ke rumahnya sehingga ia bisa menemukannya dengan mudah atau ada kemungkinan dari kata ad-dalaal, yaitu ketenangan, artinya rumahnya di Surga lebih tenang dan lebih nyaman dari rumahnya di dunia.
📃 Penjelasan:
Qishas di akhirat ada dua tempat :
1. Di Padang Mahsyar (qishas yang berat yang bisa masuk neraka, bisa habis pahalanya karena dzalim).
Di sini akan diperlihatkan qishas kepada kambing. Dalam riwayat Imam Muslim, dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Pada Hari Kiamat semua hak akan diberikan kepada ahlinya sehingga kambing yang bertanduk pun akan dituntun untuk menuju kambing yang kurus (untuk membalaskan perbuatan kambing bertanduk yang menanduk kambing kurus ketika di dunia).” (HR. Muslim, pasal tentang al-Birr wa ash-Shilah wa al-Adab, bab: Haram berbuat sewenang-wenang, (2582)
2. Di Qantharah sebelum jembatan shirath (untuk orang-orang yang ada kedzaliman kecil). Dan orang-orang kafir sudah tereliminasi masuk neraka.
Maka, hati-hati dari perbuatan dzalim (menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya) meskipun hanya bercanda, karena barangkali yang dicandai bisa merasa sakit hati dan tidak mampu membalas. Atau tidak mau membayar hutang, saling ejek dan lainnya.
Kompensasi dari berbuat dzalim, adalah sebagai berikut:
- Jika punya pahala kebaikan seperti pahala shalat dan puasa, maka akan dibagi-bagikan kepada mereka yang didzalimi di dunia dan belum selesai perkaranya artinya belum ada maaf dan memaafkan.
- Jika yang mendzalimi (mencela dan memaki) sudah habis pahalanya, maka dosa orang yang didzalimi akan ditimpakan dam diberikan kepada orang yang menzalimi.
Inilah yang disebut dengan orang yang bangkrut atau “muflis” di hari kiamat berdasarkan hadits berikut,
أَتَدْرُونَ مَنِ الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ
“Apakah kalian tahu siapa muflis (orang yang pailit) itu?”
Para sahabat menjawab, ”Muflis (orang yang pailit) itu adalah yang tidak mempunyai dirham maupun harta benda.”
Tetapi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Muflis (orang yang pailit) dari umatku ialah, orang yang datang pada hari Kiamat membawa (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia telah mencaci dan (salah) menuduh orang lain, makan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak). Maka orang-orang itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka”
(HR. Muslim).
🏷 Kandungan Hadits:
Hadits ini menerangkan haramnya perbuatan zhalim dan anjuran bagi pelakunya agar meminta maaf atas kezhalimannya sebelum tiba suatu hari yang tidak bermanfaat lagi permintaan maaf mereka (Hari Kiamat).
📖 Hadits ke-487: Hati-hatilah kalian terhadap kezhaliman
٤٨٧ – حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنِ ابْنِ عَجْلَانَ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِيَّاكُمْ وَالظُّلْمَ، فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَإِيَّاكُمْ وَالْفُحْشَ، فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَاحِشَ الْمُتَفَحِّشَ، وَإِيَّاكُمْ وَالشُّحَّ، فَإِنَّهُ دَعَا مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَقَطَعُوا أَرْحَامَهُمْ، وَدَعَاهُمْ فَاسْتَحَلُّوا مَحَارِمَهُمْ» صحيح
487. Musaddad mengabarkan kepada kami, ia berkata: Yahya mengabarkan kepada kami dari ‘Ajlan, dari Sa’id bin Abi Sa’id al-Maqburi:
Dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, “Hati-hatilah kalian terhadap kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman adalah kegelapan-kegelapan pada Hari Kiamat. Hati-hatilah kalian terhadap kekejian, karena Allah tidak menyukai orang yang berbuat dan berbicara keji. Dan berhati-hatilah kalian terhadap kekikiran, karena kekikiran dan keserakahan menyeret orang-orang sebelum kalian lalu memutuskan silaturrahim mereka dan menyeret mereka lalu menghalalkan hal-hal yang diharamkan kepada mereka.“
📖 Shahih. HR. Ahmad (2/431).
📃 Kosa Kata:
- Kata الْفَاحِشَ: Orang yang suka mengucapkan kata-kata keji, yang lebih dari sekadar kata-kata yang buruk.
- Kata الْمُتَفَحِّشَ: Orang yang memaksakan diri dan berlebihan dalam berbuat atau berkata keji.
- Kata دَعَا مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ: Menyeret orang-orang sebelum kalian.
📃 Penjelasan:
Tiga sifat buruk manusia, diantaranya:
- Dzalim : kegelapan di hari kiamat. Gelap menggambarkan kesedihan yang berat.
- Fahisyah (kekejian baik lisan atau perbuatan). Seperti omongan yang buruk atau perbuatan.
Seorang mukmin akan berupaya kuat untuk berakhlak yang sempurna dan menjauhi akhlak yang tercela. Termasuk yang tercela ialah orang yang mempunyai sifat suka mencela dan melaknat.
Rasulullah ﷺ :
لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ، وَلَا اللِّعَانِ، وَلَا الْبَذِيءِ، وَلَا الْفَاحِشِ (رواه ابن حبان)
Bukanlah seorang mukmin orang yang suka mengungkap aib, melaknat, suka menyakiti, dan berperangai buruk.(HR. Ibnu Hiban)
3. Asy-Syuhh (bakhil yang kelewatan) Asy-Syuhh adalah sifat bakhil yang disertai rakus. Ibnu Rajab Rahimahullah mendefinisikan sifat ini dengan: “Keinginan yang kuat untuk memperoleh apa yang diharamkan Allah dan pelit memberikannya kepada orang lain, serta rasa tidak puas dengan harta benda dan segala hal yang telah dihalalkan oleh Allah.”
Inilah penyebab hilangnya silaturahim.
وَعَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – لَا يَدْخُلُ اَلْجَنَّةَ قَاطِعٌ – يَعْنِي: قَاطِعَ رَحِمٍ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari Jubair bin Muth’im radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahim.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 2984 dan Muslim, no. 2556]
Sifat bakhil menyebabkan menghalalkan segala cara. Nabi ﷺ menganjurkan cara menghilangkan sifat bakhil adalah dengan bersedekah.
Rasul shallallahu ‘alaiahi wa sallam bersabda :
وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ
“Sedekah adalah burhan (bukti)“ (H.R Muslim)
Yang dimaksud burhan adalah bukti yang menunjukkan benarnya keimanan. Tidaklah akan rela mengeluarkan harta yang ia cintai untuk disedekahkan, kecuali hanya orang yang memiliki keimanan dalam hatinya. Maka ketika seseorang mengedepankan ketaatan kepada Allah dengan bersedekah, ini merupakan bukti benarnya keimanan di dalam hatinya.
🏷 Kandungan Hadits: Sama dengan hadits #470.
- Kekikiran adalah penyebab kebinasaan di dunia dan akhirat.
- Kezhaliman di dunia, pada Hari Kiamat kelak akan datang dalam bentuk kegelapan-kegelapan yang teramat sangat yang menyelimuti pelakunya.
📖 Hadits ke-488: Hati-hatilah kalian terhadap kezhaliman
٤٨٨ – حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ قَيْسٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ مِقْسَمٍ، عَنْ جَابِرٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِيَّاكُمْ وَالظُّلْمَ، فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَاتَّقُوا الشُّحَّ، فَإِنَّهُ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، وَحَمَلَهُمْ عَلَى أَنْ سَفَكُوا دِمَاءَهُمْ، وَاسْتَحَلُّوا مَحَارِمَهُمْ». صحيح
488. ‘Abdullah bin Maslamah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Dawud bin Qais mengabarkan kepada kami dari ‘Ubaidullah bin Miqsam:
Dari Jabir, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, “Hati-hatilah kalian terhadap kezhaliman, karena sesungguhnya kezhaliman adalah kegelapan-kegelapan pada Hari Kiamat, dan takutlah kalian terhadap sifat kekikiran dan keserakahan, karena kekikiran dan keserakahan membinasakan orang-orang sebelum kalian dan membawa mereka saling menumpahkan darah mereka dan menghalalkan hal-hal yang diharamkan kepada mereka.
📖 Shahih. HR. Muslim.
- Lihat kembali Bab 137 untuk membedakan antara asy-syuhh dan al-bukhl: Asy-Shuhh adalah Kekikiran yang teramat sangat. Pendapat lain menyatakan, Asy-Shuhh adalah kekikiran disertai ketamakan.
- Sedekah yang dijelaskan dalam hadits adalah Infak. Yaitu sedekah dengan harta.
🏷 Kandungan Hadits: Sama dengan hadits #470.
- Kekikiran adalah penyebab kebinasaan di dunia dan akhirat.
- Kezhaliman di dunia, pada Hari Kiamat kelak akan datang dalam bentuk kegelapan-kegelapan yang teramat sangat yang menyelimuti pelakunya.
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ
“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
Tinggalkan Balasan