بسم الله الرحمن الرحيم
📚┃Materi : “Al-Adab Al-Mufrad”
✍🏼Karya : Imam Al-Bukhari رحمه الله تعال
🎙┃Pemateri : Ustadz Deka Mujahidin, S.Pdi حفظه الله تعالى
▪Alumnus STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya
▪Dosen aktif di MABAIS Surakarta
▪Pengajar Ilmu Syar’i Pondok Pesantren Khulafaurrosyidin Cemani
🗓┃Hari : Setiap Hari Ahad Malam Senin
🕰┃Waktu : Ba’da Maghrib – Isya’
🕌┃Tempat : Masjid Al Firdaus Jaten Makamhaji, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.
بَابُ يُكْتَبُ لِلْمَرِيضِ مَا كَانَ يَعْمَلُ وَهُوَ صَحِيحٌ
BAB 228. PAHALA AMAL ORANG YANG SENANTIASA DILAKUKAN KETIKA SEHAT DITULIS KETIKA IA SAKIT
٥٠٤ – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ أَبِي نُحَيْلَةَ، قِيلَ لَهُ: ادْعُ اللَّهَ، قَالَ: اللَّهُمَّ انْقُصْ مِنَ الْمَرَضِ، وَلَا تَنْقُصْ مِنَ الْأَجْرِ، فَقِيلَ لَهُ: ادْعُ، ادْعُ. فَقَالَ: اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُقَرَّبِينَ، وَاجْعَلْ أُمِّي مِنَ الْحُورِ الْعِينِ. صحيح
504. Muhammad bin Yusuf mengabarkan kepada kami, ia berkata: Sufyan mengabarkan kepada kami dari al-A’masy, dari Abu Wa’il:
Dari Abu Nuhailah, ia berkata, “Dikatakan kepadanya, ‘Berdo’alah kepada Allah.’ Ia menjawab, ‘Ya Allah, kurangilah sakit dan jangan Engkau kurangi pahala.’ Lalu dikatakan kepadanya, ‘Berdo’alah, berdo’alah.’ Ia lalu berkata, “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan muqarrabin dan jadikanlah ibuku bidadari.”
- Shahih. Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam kitab al-Mu’ jamul Kabir (22/ hadits 944).
- Seorang hamba hendaknya senantiasa memohon pertolongan kebada Allah dan pasrah kepada-Nya dalam setiap keadaan.
- Dan hendaknya ia selalu memohon pahala serta dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang didekatkan kepada Allah.
- Dalam berdo’a hendaknya kita mendo’akan diri sendiri dahulu, sebelum mendoa’akan orang lain.
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
٥٠٥ – حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ مُسْلِمٍ أَبِي بَكْرٍ قَالَ: حَدَّثَنِي عَطَاءُ بْنُ أَبِي رَبَاحٍ قَالَ: قَالَ لِيَ ابْنُ عَبَّاسٍ: أَلَا أُرِيكَ امْرَأَةً مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ قُلْتُ: بَلَى، قَالَ: هَذِهِ الْمَرْأَةُ السَّوْدَاءُ أَتَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: إِنِّي أُصْرَعُ، وَإِنِّي أَتَكَشَّفُ، فَادْعُ اللَّهَ لِي، قَالَ: «إِنْ شِئْتِ صَبَرْتِ وَلَكِ الْجَنَّةُ، وَإِنْ شِئْتِ دَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَكَ» ، فَقَالَتْ: أَصْبِرُ، فَقَالَتْ: إِنِّي أَتَكَشَّفُ، فَادْعُ اللَّهَ لِي أَنْ لَا أَتَكَشَّفَ، فَدَعَا لَهَا. صحيح
505. Musaddad mengabarkan kepada kami, ia berkata: Yahya mengabarkan kepada kami dari Imran bin Muslim Abu Bakar, ia berkata:
“Atha’ bin Abi Rabah mengabarkan kepadaku, ia berkata, “Ibnu ‘Abbas berkata kepadaku, “Maukah engkau aku tunjukkan salah seorang wanita penghuni Surga?’ Aku menjawab, “Mau.’ Lalu ia berkata, Wanita berkulit hitam ini mendatangi Nabi ﷺ lalu berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan (saat kambuh) (auratku) terbuka, maka berdo’alah kepada Allah untukku.’ Beliau bersabda, ‘Jika engkau mau, bersabarlah dan untukmu Surga. Dan Jika engkau mau, aku akan berdo’a kepada Allah agar menyembuhkanmu.’ la berkata, “Aku akan bersabar.’ Lalu ia berkata, “Sesungguhnya (auratku) tersingkap, maka berdo’alah kepada Allah agar (auratku) tidak tersingkap.” Maka beliau mendo’akannya.”
- HR. Al-Bukhari, kitab al-Mardha, bab Fadhlu man Yushra’u minar Riih (5652), dan Muslim kitab al-Birr wash Shilah, bab Tsawabul Mukmin fi Ma Yushibuhu (54).
- Kata الْمَرْأَةُ السَّوْدَاءُ : Wanita berkulit hitam, namanya adalah Su’airah al-Asadiyyah, Habasyiyyah, nama panggilannya adalah Ummu Zufar, dulu ia adalah tukang sisir Khadijah Radhiyallahu’anha.
- Kata أَتَكَشَّفَ : Aku tersingkap, ia khawatir auratnya terlihat ketika berada dalam keadaan tidak sadar.
- Kata أُصْرَعُ : Ayan, penyakit yang menyerang syaraf disertai kehilangan kesadaran dan kejang-kejang pada otot-otot. Terkadang penyakit ini kambuh karena tertahannya angin dalam tubuh. Penyakit ini menghalangi sebagian kerja organ-organ vital disebabkan meningkatnya gas yang kotor menebal pada organ-organ tersebut yang berasal dari organ-organ lain.
- Hadits ini merupakan dalil bahwa orang yang terkena ayan (epilepsi) mendapat pahala yang sempurna karena penyakitnya.
- Sabar atas musibah dan cobaan di dunia akan membuahkan Surga.
- Dalil bahwa meninggalkan pengobatan hukumnya boleh.
- Therapi semua penyakit dengan do’a dan mengembalikan semua urusan kepada Allah lebih berhasil dan bermanfaat dibanding penggunaan ramuan obat-obatan.
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
٥٠٦ – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَّامٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مَخْلَدٌ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ: أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ، أَنَّهُ رَأَى أُمَّ زُفَرَ، تِلْكَ الْمَرْأَةُ، طَوِيلَةً سَوْدَاءَ عَلَى سُلَّمِ الْكَعْبَةِ، قَالَ: وَأَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ، أَنَّ الْقَاسِمَ أَخْبَرَهُ، أَنَّ عَائِشَةَ أَخْبَرَتْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ: «مَا أَصَابَ الْمُؤْمِنَ مِنْ شَوْكَةٍ فَمَا فَوْقَهَا، فَهُوَ كَفَّارَةٌ». صحيح
506. Muhammad bin Salam mengabarkan kepada kami, ia berkata: Makhlad mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, ia berkata:
‘Atha’ mengabarkan kepadaku bahwa ia melihat Ummu Zufar —wanita itu- yang tinggi hitam berada di tangga Ka’bah. Dan ‘Abdullah bin Abi Mulaikah mengabarkan kepadaku, al-Qasim mengabarkan kepadanya, “Aisyah mengabarkan kepadanya bahwa Nabi ﷺ bersabda, “Apa pun yang menimpa orang beriman dari duri hingga yang lebih dari itu, maka itu adalah suatu kaffarat (penebus dosa).”
- Perkataan ‘Atha’ diriwayatkan oleh al-Bukhari, kitab al-Mardha, bab Fadhlu man Yushra’u Minar Riih setelah hadits no. (5652), dan Muslim, kitab al-Birr wash Shilah, bab Tsawabuul Mukmin fi Ma Yushibuhu (49-50) dengan makna yang sama, dan Ahmad (6/275) dengan lafazhnya.
🏷 Kandungan Hadits : Sama penjelasan hadits no. 492.
- Setiap apa yang menimpa seorang muslim adalah penebus dosa dan maksiat hingga tusukan duri sekalipun.
- Kabar gembira bagi kaum muslimin berupa pengangkatan derajat, penghapusan dosa dan bertambahnya pahala dengan adanya bebagai penyakit musibah, dan kesulitan dunia.
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
٥٠٧ – حَدَّثَنَا بِشْرٌ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ: حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَوْهَبٍ قَالَ: حَدَّثَنِي عَمِّي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَوْهَبٍ قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُشَاكُ شَوْكَةً فِي الدُّنْيَا يَحْتَسِبُهَا، إِلَّا قُصَّ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ». صحيح
507. Bisyr mengabarkan kepada kami, ia berkata, “Abdullah mengabarkan kepada kami, ia berkata, ‘Ubaidullah bin ‘Abdirrahman bin ‘Abdillah bin Mauhib mengabarkan kepada kami, ia berkata:
Pamanku, ‘Ubaidullah bin ‘Abdillah bin Mauhib berkata, Aku mendengar Abu Hurairah berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidaklah seorang muslim tertusuk duri di dunia, ia mengharap pahala atasnya, melainkan kesalahan-kesalahannya akan dikurangi karenanya pada Hari Kiamat”.
- Shahih lighairihi. Dalam isnad ini terdapat ‘Ubaidillah bin ‘Ubaidirrahman, dia tidak kuat, pamannya juga tidak dikenal. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/402) dan Ibnu Abid Dun-ya dalam kitab al-Maradh wal Kaffarat (38). Hadits ini diperkuat oleh hadits Jabir berikutnya dan hadits ‘Aisyah yang diriwayatkan oleh Ahmad (6/185). Lihat ash-Shahihah (2503).
- Kata قُصَّ بِهَا : Dikurangi dan diambil kesalahannya dengan sebab tusukan duri.
🏷 Kandungan Hadits: Lihat penjelasan hadits no. 492 dan 497.
- Setiap apa yang menimpa seorang muslim adalah penebus dosa dan maksiat hingga tusukan duri sekalipun.
- Kabar gembira bagi kaum muslimin berupa pengangkatan derajat, penghapusan dosa dan bertambahnya pahala dengan adanya bebagai penyakit musibah, dan kesulitan dunia.
- Semakin berat suatu penyakit, maka pahalanya pun semakin besar dan dosa-dosa orang yang sakit akan dihapuskan. Itulah keadaan orang mukmin. Dalam keadaan apa pun adalah baik baginya. Jika ia sehat, maka ia bersyukur kepada Allah sehingga ia mendapat pahala. Dan jika ia sakit, maka ia bersabar sehingga ia pun mendapat pahala.
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
٥٠٨ – حَدَّثَنَا عُمَرُ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ: حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبُو سُفْيَانَ، عَنْ جَابِرٍ قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَا مِنْ مُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ، وَلَا مُسْلِمٍ وَلَا مَسْلَمَةٍ، يَمْرَضُ مَرَضًا إِلَّا قَصَّ اللَّهُ بِهِ عَنْهُ مِنْ خَطَايَاهُ». صحيح
508. ‘Umar mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ayahku mengabarkan kepada kami, ia berkata: Al-A’masy mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abu Sufyan mengabarkan kepadaku:
Dari Jabir, ia berkata, “Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda, Tidaklah seorang mukmin atau mukminah, tidak pula seorang muslim dan muslimah yang menderita satu penyakit, melainkan karenanya Allah mengurangi kesalahan-kesalahannya.”
- Shahih. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (3/386), Abu Ya’la (2301). Lihat Ash-Shahihah (2503).
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
Tinggalkan Balasan