بسم الله الرحمن الرحيم
📚┃Materi : “Al-Adab Al-Mufrad”
✍🏼Karya : Imam Al-Bukhari رحمه الله تعال
🎙┃Pemateri : Ustadz Deka Mujahidin, S.Pdi حفظه الله تعالى
▪Alumnus STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya
▪Dosen aktif di MABAIS Surakarta
▪Pengajar Ilmu Syar’i Pondok Pesantren Khulafaurrosyidin Cemani
🗓┃Hari : Setiap Hari Ahad Malam Senin
🕰┃Waktu : Ba’da Maghrib – Isya’
🕌┃Tempat : Masjid Al Firdaus Jaten Makamhaji, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.
بَابُ هَلْ يَكُونُ قَوْلُ الْمَرِيضِ: إِنِّي وَجِعٌ، شِكَايَةً؟
Bab 229: Apakah Kata-kata Orang yang Sakit, “Aku Sakit” Dianggap Keluhan
٥٠٩ – حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: دَخَلْتُ أَنَا وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ عَلَى أَسْمَاءَ، قَبْلَ قَتْلِ عَبْدِ اللَّهِ بِعَشْرِ لَيَالٍ، وَأَسْمَاءُ وَجِعَةٌ، فَقَالَ لَهَا عَبْدُ اللَّهِ: كَيْفَ تَجِدِينَكِ؟ قَالَتْ: وَجِعَةٌ، قَالَ: إِنِّي فِي الْمَوْتِ، فَقَالَتْ: لَعَلَّكَ تَشْتَهِي مَوْتِي، فَلِذَلِكَ تَتَمَنَّاهُ؟ فَلَا تَفْعَلْ، فَوَاللَّهِ مَا أَشْتَهِي أَنْ أَمُوتَ حَتَّى يَأْتِيَ عَلَيَّ أَحَدُ طَرَفَيْكَ، أَوْ تُقْتَلَ فَأَحْتَسِبَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَظْفُرَ فَتَقَرَّ عَيْنِي، فَإِيَّاكَ أَنْ تُعْرَضَ عَلَيْكَ خُطَّةٌ، فَلَا تُوَافِقُكَ، فَتَقْبَلُهَا كَرَاهِيَةَ الْمَوْتِ. وَإِنَّمَا عَنَى ابْنُ الزُّبَيْرِ لِيُقْتَلَ فَيُحْزِنُهَا ذَلِكَ. صحيح
509. Zakariya mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abu Usamah mengabarkan kepada kami:
Dari Hisyam, dari ayahnya, ia berkata, Aku dan Abdullah bin az-Zubair pernah menemui Asma sepuluh malam sebelum Abdullah dibunuh, sementara Asma sedang sakit. ‘Abdullah berkata kepadanya, “Bagaimana keadaanmu?’ Ia menjawab, Sakit.” “Abdullah berkata, “Sesungguhnya aku berada di ambang kematian.” Asma’ berkata, “Barangkali engkau mengharapkan kematianku. Karenanya, engkau mengangankannya? Jangan engkau lakukan. Demi Allah, aku tidak mengharapkan mati hingga kematian datang kepada salah satu di antara dua hal (sembuh atau mati), atau engkau terbunuh, maka aku bersabar atas dirimu, atau engkau menang, maka aku merasa senang, Jangan sampai dihadapkan kepadamu suatu opsi lalu tidak cocok denganmu, lalu engkau menerimanya karena tidak menyukai kematian.”
Yang dimaksud oleh Ibnuz Zubair bahwa ia akan dibunuh sehingga itu akan membuat Asma’ sedih.
📖 Shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (30676) dan Abu Nu’aim dalam kitab Hilyatul Auliya ‘ (2/56).
📃 Kandungan Hadits:
- Di dalamnya terdapat dalil bahwa seorang yang sakit boleh mengatakan, “Saya sakit,” atau, “Aduh sakitnya kepalaku,” atau, “Aku sangat kesakitan!” Dan ini merupakan rukhshah (keringanan).
- Orang yang sakit boleh mengadukan sakitnya selama masih dalam bentuk permohonan kepada Allah dan tidak menggambarkan keluhan dan menyalahkan takdir Allah.
- Orang yang sakit boleh mengadukan sakitnya kepada orang lain, sehingga tidak menimbulkan amarah atas apa yang telah ditakdirkan untuknya.
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
٥١٠ – حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عِيسَى قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ قَالَ: أَخْبَرَنِي هِشَامُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّهُ دَخَلَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ مَوْعُوكٌ، عَلَيْهِ قَطِيفَةٌ، فَوَضَعَ يَدَهُ عَلَيْهِ، فَوَجَدَ حَرَارَتَهَا فَوْقَ الْقَطِيفَةِ، فَقَالَ أَبُو سَعِيدٍ: مَا أَشَدَّ حُمَّاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: «إِنَّا كَذَلِكَ، يَشْتَدُّ عَلَيْنَا الْبَلَاءُ، وَيُضَاعَفُ لَنَا الْأَجْرُ» ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلَاءً؟ قَالَ: «الْأَنْبِيَاءُ، ثُمَّ الصَّالِحُونَ، وَقَدْ كَانَ أَحَدُهُمْ يُبْتَلَى بِالْفَقْرِ حَتَّى مَا يَجِدُ إِلَّا الْعَبَاءَةَ يَجُوبُهَا فَيَلْبَسُهَا، وَيُبْتَلَى بِالْقُمَّلِ حَتَّى يَقْتُلَهُ، وَلَأَحَدُهُمْ كَانَ أَشَدَّ فَرَحًا بِالْبَلَاءِ مِنْ أَحَدِكُمْ بِالْعَطَاءِ» صحيح
510. Ahmad bin Isa mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abdullah bin Wahb mengabarkan kepada kami, ia berkata: Hisyam bin Sa’d mengabarkan kepadaku dari Zaid bin Aslam, dari Atha’ bin Yasar:
Dari Abu Sa’id al-Khudri bahwa ia pernah menemui Rasulullah ﷺ sementara beliau sedang mengalami demam dan beliau diselimuti kain. Abu Sa’id lalu meletakkan tangannya pada beliau dan merasakan panasnya di atas selimut. Maka Abu Sa’id berkata, “Alangkah panasnya demammu wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Kami memang begitu. Ujian untuk kami sangatlah berat dan pahala dilipatgandakan untuk kami.” Lalu Abu Sa’id berkata, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang cobaannya paling besar?” Beliau menjawab, “Para Nabi, lalu orang-orang shalih. Salah seorang dari mereka diuji dengan kefakiran sampai-sampai ia tidak mempunyai apa-apa selain jubah lusuh yang ia pungut lalu dipakainya. Dan ada yang diuji dengan kutu hingga kutu itu membunuhnya. Salah seorang dari mereka sungguh lebih senang mendapat cobaan daripada (senangnya) kalian (ketika) mendapat suatu pemberian.”
📖 Shahih HR Ahmad (2/335), Ibnu Majah, kitab al-Fitan, bab ash-Shabr ‘alal Bala” (4024) dan al-Hakim (4 /307). Lihat ash-Shahihah (144).
📃 Penjelasan Kata:
- Kata مَوْعُوكٌ : Demam.
- Kata قَطِيفَةٌ : Pakaian yang bagian depannya terbuka, biasa dipakai sebagai luar.
- Kata الْعَبَاءَةَ: Baju yang tertutup (baju kurung) (mulai) dari kaki, dipakai di ‘ baju biasa.
- Kata الْقُمَّللِ : Kutu yang hidup di unta kemudian berkembang biak di baju kotor, kepala dan badan yang kotor.
🏷 Kandungan Hadits:
- Hadits ini merupakan dalil bahwa cobaan-cobaan yang menimpa seorang hamba akan mensucikannya dari dosa-dosanya dan meninggikan derajatnya di sisi Allah.
- Orang yang ujiannya paling berat adalah para Nabi, dan mereka adalah orang yang paling sabar dalam menghadapi ketentuan-ketentuan Allah, bahkan mereka mengharapkan pahala dari Allah melalui cobaan-cobaan tersebut.
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
Tinggalkan Balasan