Adabul Mufrad Bab 230-231 | Hadits 511-512: Menjenguk Orang Pingsan dan Anak Kecil

بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم

📚┃Materi : Kitab Adabul Mufrad
🎙┃ Pemateri : Ustadz Deka Mujahidin, S.P.di Hafizhahullah (Pengajar Mabais Jajar Solo)
🗓┃ Hari, Tanggal : Ahad, 14 September 2025 M / 21 Rabi’ul Awal 1447H
🕌┃ Tempat : Masjid Al-Firdaus Makamhaji



٢٣٠ – بَابُ عِيَادَةِ الْمُغْمَى عَلَيْه

230. Menjenguk Orang yang Pingsan

٥١١ – حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ ابْنِ الْمُنْكَدِرِ، سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ: مَرِضْتُ مَرَضًا، فَأَتَانِي النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُنِي وَأَبُو بَكْرٍ وَهُمَا مَاشِيَانِ، فَوَجَدَانِي أُغْمِيَ عَلَيَّ، فَتَوَضَّأَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ صَبَّ وَضُوءَهُ عَلَيَّ، فَأَفَقْتُ فَإِذَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَيْفَ أَصْنَعُ فِي مَالِي؟ كَيْفَ أَقْضِي فِي مَالِي؟ فَلَمْ يُجِبْنِي بِشَيْءٍ حَتَّى نَزَلَتْ آيَةُ الْمِيرَاثِ. صحيح

511. Abdullah bin Muhammad mengabarkan kepada kami, ia berkata: Sufyan mengabarkan kepada kami:

Dari Ibnul Munkadir, ia mendengar Jabir bin Abdillah berkata, “Aku pernah sakit, lalu Nabi ﷺ datang menjengukku bersama Abu Bakar. Keduanya berjalan kaki. Mereka mendapatiku dalam keadaan pingsan tidak sadarkan diri. Nabi ﷺ lalu berwudhu dan kemudian menyiramkan wudhunya kepadaku. Lalu aku bangun, ternyata ia adalah Nabi ﷺ. Lalu aku bertanya, Wahai Rasulullah, bagaimana aku berbuat dengan hartaku? Bagaimana aku memutuskan perkara hartaku?’ Beliau tidak menjawab hingga ayat mengenai waris turun.”

📖 Diriwayatkan oleh al-Bukhari, kitab al-Mardha, bab ‘Iyadatul Mughma ‘alaihi (5651) dan Muslim, kitab al-Fara’idh (5-8).

  • Jabir sahabat Nabi ﷺ begitu perhatian terhadap perkara agama, hingga menanyakan status harta jika dia, meninggal dunia, meskipun dalam keadaan sakit.
  • Menjenguk orang yang pingsan tujuannya mendo’akan dan menghibur keluarganya.

🏷 Kandungan Hadits:

1. Keutamaan menjenguk orang sakit dan anjuran agar melakukannya. — Bukti nyata adanya pengaruh dari berkah Rasulullah ﷺ.
2. Dalil bahwa air (musta’mal) yang sudah digunakan untuk berwudhu’ dan mandi adalah suci.
3. Orang yang sakit boleh berwasiat, walaupun ada kalanya ia tidak sadarkan diri, asalkan wasiat tersebut dilakukan ketika ia sadar sepenuhnya.

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

٢٣١ – بَابُ عِيَادَةِ الصِّبْيَانِ

231. Menjenguk Anak Kecil

٥١٢ – حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ قَالَ: حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنْ عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ، عَنْ أَبِي عُثْمَانَ النَّهْدِيِّ، عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ، أَنَّ صَبِيًّا لَابْنَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَقُلَ، فَبَعَثَتْ أُمُّهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّ وَلَدِي فِي الْمَوْتِ، فَقَالَ لِلرَّسُولِ: ” اذْهَبْ فَقُلْ لَهَا: إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ، وَلَهُ مَا أَعْطَى، وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ إِلَى أَجْلٍ مُسَمًّى، فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ “، فَرَجَعَ الرَّسُولُ فَأَخْبَرَهَا، فَبَعَثَتْ إِلَيْهِ تُقْسِمُ عَلَيْهِ لَمَا جَاءَ، فَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي نَفَرٍ مِنْ أَصْحَابِهِ، مِنْهُمْ: سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ، فَأَخَذَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّبِيَّ فَوَضَعَهُ بَيْنَ ثَنْدُوَتَيْهِ، وَلِصَدْرِهِ قَعْقَعَةٌ كَقَعْقَعَةِ الشَّنَّةِ، فَدَمَعَتْ عَيْنَا رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ سَعْدٌ: أَتَبْكِي وَأَنْتَ رَسُولُ اللَّهِ؟ فَقَالَ: «إِنَّمَا أَبْكِي رَحْمَةً لَهَا، إِنَّ اللَّهَ لَا يَرْحَمُ مِنْ عِبَادِهِ إِلَّا الرُّحَمَاءَ. صحيح

512. Hajjaj mengabarkan kepada kami, ia berkata: Hammad mengabarkan kepada kami dari ‘Ashim al-Ahwal, dari Abu ‘Utsman an-Nahdi:

Dari Usamah bin Zaid, bahwa salah seorang putera dari puteri Rasulullah ﷺ sakit keras. Ibunya lalu mengutus seseorang kepada Nabi ﷺ (untuk menyampaikan), “Bahwa anakku sedang menghadapi kematian.” Beliau lalu bersabda kepada utusan itu, “Kembalilah dan katakan kepadanya, “Sesungguhnya milik Allah apa yang Dia ambil dan milik-Nya pula apa yang Dia beri, dan segala sesuatu ada di sisi-Nya hingga saat yang ditentukan, maka hendaklah ia bersabar dan mengharapkan pahala.” Lalu utusan itu kembali dan memberitahukan kepadanya. Kemudian ia mengutusnya kembali karena beratnya musibah yang datang. Lalu Nabi ﷺ bangkit bersama beberapa orang dari Shahabatnya, di antaranya Sa’d bin Ubadah. Nabi ﷺ kemudian mengambil anak itu dan mendekapnya, lalu terdengarlah suara getar dan suara seperti benda kering. Maka berlinanglah kedua mata Rasulullah ﷺ. Sa’d kemudian bertanya, “Apakah engkau menangis padahal engkau adalah Rasulullah?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya aku menangis karena sayang kepadanya. Sesungguhnya Allah tidak menyayangi kecuali kepada para penyayang dari hamba-hambaNya”.

📖 HR. Al-Bukhari, kitab al-Mardha, bab ‘Iyadatus Shibyan (5655) dan Muslim, kitab al-Janaiz: bab al-Buka ‘ala Mayyit (11).

📃 Penjelasan Kata:

  • Kata ثَنْدُوَتَيْهِ: Dua puting susunya.
  • Kata قَعْقَعَةِ الشَّنَّةِ : Suara getaran dan gerakan yang muncul dari suatu benda kering apabila digerakkan.
  • Kata الشَّنَّةِ: Kantung air (yang terbuat dari kulit) yang sudah usang dan kering.
  • Kalimat أَنَّ صَبِيًّا لَابْنَةِ رَسُولِ اللَّهِ : Anak itu adalah Umamah bintu Zainab binti Rasulullah ﷺ, seperti disebutkan dengan jelas dalam Musnad al-Imam Ahmad dari Abu Mu’awiyah dengan lafazh: Nabi ﷺ mendatangi Umamah binti Zainab.
  • Kata وَلْتَحْتَسِبْ: Niatkanlah dengan kesabarannya untuk mendapatkan pahala dari Allah, supaya hal itu dihitung oleh Allah sebagai amal shalih.

🏷 Kandungan Hadits:

  1. Boleh mengundang orang-orang yang mulia untuk menjenguk orang yang sedang menghadapi sakaratul maut dengan mengharapkan berkah dan do’a mereka.
  2. Boleh berjalan untuk berta’ziyah atau menjenguk orang sakit tanpa izin, berbeda dengan walimah (pesta perkawinan).
  3. Anjuran agar menyayangi manusia serta ancaman bagi orang-orang yang hati dan matanya keras (tidak bisa menangis).
  4. Boleh menangis karena kematian tanpa meratap. Adapun yang dilarang adalah kehilangan kendali dan tidak sabar.

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *