بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم
📚┃ Materi : Kitab Adabul Mufrad
🎙┃ Pemateri : Ustadz Deka Mujahidin, S.P.di Hafizhahullah (Pengajar Mabais Jajar Solo)
🗓┃ Hari, Tanggal : Ahad, 23 November 2025 M / 2 Jumadil Akhir 1447 H
🕌┃ Tempat : Masjid Al-Firdaus Makamhaji
بَابُ إِذَا أَحَبَّ الرَّجُلُ أَخَاهُ فَلْيُعْلِمْهُ
248. Jika Seseorang Mencintai Saudaranya Hendaknya ia Memberitahukan Kepadanya
543. Yahya bin Bisyr mengabarkan kepada kami, ia berkata: Qabishah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Rabah, dari Abu ‘Ubaidillah:
٥٤٣ – عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ: لَقِيَنِي رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخَذَ بِمَنْكِبِي مِنْ وَرَائِي، قَالَ: أَمَا إِنِّي أُحِبُّكَ، قَالَ: أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْبَبْتَنِي لَهُ، فَقَالَ: لَوْلَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا أَحَبَّ الرَّجُلُ الرَّجُلَ فَلْيُخْبِرْهُ أَنَّهُ أَحَبَّهُ» مَا أَخْبَرْتُكَ، قَالَ: ثُمَّ أَخَذَ يَعْرِضُ عَلَيَّ الْخِطْبَةَ قَالَ: أَمَا إِنَّ عِنْدَنَا جَارِيَةً، أَمَا إِنَّهَا عَوْرَاءُ. حسن صحيح
Dari Mujahid, ia berkata, “Salah seorang shahabat Nabi ﷺ menemuiku, lalu ia menepuk pundakku dari belakang dan berkata, Aku mencintaimu.”‘ Lalu ia berkata, ‘semoga Allah mencintaimu yang (Dia telah) menjadikan engkau mencintaiku karena-Nya.’ Kalau sekiranya Rasulullah ﷺ bersabda, jika seorang mencintai seseorang, hendaklah ia memberitahukan bahwa ia mencintainya,’ engkau tidak akan aku beritahu.”‘ Ia berkata, “Lalu ia menawarkan kepadaku lamaran seraya berkata, ‘Aku mempunyai seorang budak wanita, (namun) matanya buta sebelah.”‘
📖 Shahih lighairihi. lsnad ini hasan. Rabaah -yaitu lbnu Abi Ma’ruf- rawi shoduuq memiliki banyak kekeliruan, dan Abu Ubaidillah namanya Salim AL-Makkiy- rawi shoduuq. Hadits ini diperkuat oleh hadits Anas yang diriwayatkan Ahmad (2/140-141). Lihat Ash-Shohihah (418).
📃 Penjelasan Kata:
- Makna ُالعوْرَاء : Wanita yang sebelah matanya buta.
💡 Kandungan Hadits:
Salah satu manfaat cinta yang tulus dari seorang muslim terhadap saudaranya adalah semakin bertambahnya rasa cinta dan persatuan di antara keduanya dan menghilangkan perselisihan serta prasangka buruk yang merupakan unsur paling besar yang mengantarkan pada permusuhan dan kebencian.
*****
544. Musa mengabarkan kepada kami, ia berkata: Mubarak mengabarkan kepada kepada kami, ia berkata Tsabit mengabarkan kepada kami:
٥٤٤ – عَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا تَحَابَّا الرَّجُلَانِ إِلَّا كَانَ أَفْضَلُهُمَا أَشَدَّهُمَا حُبًّا لِصَاحِبِهِ» صحيح
Dari Anas, ia berkata, “Nabi ﷺ bersabda, ‘Tidaklah dua orang saling mencintai melainkan yang lebih utama di antara keduanya adalah yang lebih besar cintanya kepada sahabatnya’.
Shahih. Diriwayatkan Ibnu Hibban (566) dan Al-Hakim (41171). Lihat Ash-Shohihah (450).
💡 Kandungan Hadits:
- Keutamaan cinta yang tulus karena Allah Ta’ala’.
- Orang yang mencintai saudaranya sesama muslim karena Allah Ta’ala mempunyai kedudukan lebih tinggi di sisi Allah Ta’ala’.
*****
بَابُ إِذَا أَحَبَّ رَجُلًا فَلَا يُمَارِهِ وَلَا يَسْأَلُ عَنْهُ
249. Jika Seseorang Mencintai Orang Iain Maka Janganlah ia Mendebatnya dan Jangan Mempertanyakannya
545. ‘Abdullah bin shalih mengabarkan kepada kami, ia berkata: Mu’awiyah mengabarkan kepadaku bahwa Abuz rahiriyyah mengabarkan kepadanya dari Jubair bin Nufair:
٥٤٥ – عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ أَنَّهُ قَالَ: إِذَا أَحْبَبْتَ أَخًا فَلَا تُمَارِهِ، وَلَا تُشَارِّهِ، وَلَا تَسْأَلْ عَنْهُ، فَعَسَى أَنْ تُوَافِيَ لَهُ عَدُوًّا فَيُخْبِرَكَ بِمَا لَيْسَ فِيهِ، فَيُفَرِّقَ بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ.
– صحيح الإسناد موقوفا وروي عنه مرفوعا
Dari Mu’adz bin Jabal bahwa ia berkata, “Jika engkau mencintai seseorang maka janganlah engkau mendebatnya, dan jangan engkau berbuat jahat kepadanya dan jangan pula engkau bertanya kepada orang lain mengenai dirinya. sebab, boleh jadi secara bertepatan tiba-tiba ada musuhnya lalu dia memberitahumu apa yang tidak ada padanya, maka musuhnya akan memisahkanmu dengannya.”
lsnadnya shahih mauquf. Dan diriwayatkan darinya secara marfu, tapi mungkar. Lihat Adh-Dha’ifah (1420).
Dalam hadits lainya, Nabi -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam- mengabarkan bahwa beliau menjamin satu rumah di sekitar surga, yaitu bagian luarnya bagi orang yang meninggalkan perdebatan meskipun ia benar. Sebab, hal itu menghabiskan waktu dan menumbuhkan kebencian:
عن أبي أمامة الباهلي رضي الله عنه مرفوعاً: «أنا زعيم ببيت في رَبَضِ الجنة لمن ترك المِرَاءَ وإن كان مُحِقًّا، وببيت في وسط الجنة لمن ترك الكذب وإن كان مازحاً، وببيت في أعلى الجنة لمن حَسَّنَ خلقه»
[حسن] – [رواه أبو داود]
Dari Abu Umāmah Al-Bāhili raḍiyallāhu ‘anhu secara marfū’, “Aku menjamin sebuah rumah di tepi surga bagi orang yang meninggalkan debat kusir walaupun ia benar, sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta walaupun bercanda, dan sebuah rumah di puncak surga bagi orang yang baik akhlaknya.” [Hadis hasan] – [Diriwayatkan oleh Abu Daud]
Penjelasan Kata:
- Makna فَلَا تُمَارِهِ: Janganlah engkau berdebat dan jangan menyelisihinya.
- Makna وَلَا تُشَارِّهِ: Jangan berbuat buruk kepadanya sehingga membuatnya berbuat buruk kepadamu.
💡 Kandungan Hadits:
- Dalam riwayat ini terdapat penjelasan tentang adab persaudaraan dalam Islam dan cinta dalam iman, yakni hendaknya seorang muslim hidup bersama saudaranya dalam suasana yang penuh dengan kasih sayang dan persaudaraan serta jauh dari berbagai hal yang dapat menghancurkan bangunan cinta dan kesetiaan.
- Ini akan terjadi, jika kaum muslimin berada di aqidah dan manhaj yang benar yaitu persaudaraan para sahabat Nabi Radhiyallahu’anhum. Inilah persatuan yang hakiki.
*****
546. Al-Muqriy mengabarkan kepada kami, ia berkata, ‘Abdurrahman mengabarkan kepada kami dari ‘Abdullah bin Yazid:
٥٤٦ – عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” مَنْ أَحَبَّ أَخًا لِلَّهِ، فِي اللَّهِ، قَالَ: إِنِّي أُحِبُّكَ لِلَّهِ، فَدَخَلَا جَمِيعًا الْجَنَّةَ، كَانَ الَّذِي أَحَبَّ فِي اللَّهِ أَرْفَعَ دَرَجَةً لِحُبِّهِ، عَلَى الَّذِي أَحَبَّهُ لَهُ ”
ضعيف
Dari Abdullah bin ‘Amr, dari Nabi ﷺ beliau bersabda, “Barangsiapa mencintai seseorang karena Allah dan dijalan Allah, ia berkata, ‘Aku mencintaimu karena Allah,’ maka keduanya akan masuk surga bersama-sama. Orang yang mencintai di jalan Allah lebih tinggi derajatnya karena mencintai-Nya di atas orang yang dicintai karena Allah,”
Dha’if. Datam sanadnya terdapat ‘Abdurrahman, -ia adalah lbnu Ziyad bin An’um Al-Ifriqiy-, seorang yang dha’if. Diriwayatkan lbnu Wahb dalam kitab Al-Jaami’ (205) dan ‘Abdu bin Humaid (332).
💡 Kandungan Hadits:
Orang-orang yang saling mencintai karena Allah mendapatkan derajat yang tinggi dan kedudukan yang mulia di sisi Raja Yang Mahakuasa.
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ
“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
Tinggalkan Balasan