بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم
📚┃ Materi : Kitab Adabul Mufrad
🎙┃ Pemateri : Ustadz Deka Mujahidin, S.P.di Hafizhahullah (Pengajar Mabais Jajar Solo)
🗓️┃ Hari, Tanggal : Ahad, 11 Januari 2026 M / 21 Rajab 1447 H
🕌┃ Tempat : Masjid Al-Firdaus Makamhaji
بَابُ لَا حِلْفَ فِي الْإِسْلَامِ
258. TIDAK ADA PERSEKUTUAN DALAM ISLAM
- Khalid bin Makhlad mengabarkan kepada kami, ia Sulaiman bin Bilal mengabarkan kepada kami, ia ‘Abdurrahman bin Al-Harits mengabarkan kepadaku:
٥٧٠ – عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ قَالَ: جَلَسَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ الْفَتْحِ عَلَى دَرَجِ الْكَعْبَةِ، فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ، ثُمَّ قَالَ: «مَنْ كَانَ لَهُ حِلْفٌ فِي الْجَاهِلِيَّةِ، لَمْ يَزِدْهُ الْإِسْلَامُ إِلَّا شِدَّةً، وَلَا هِجْرَةَ بَعْدَ الْفَتْحِ» صحيح
Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata, “Nabi duduk di tangga Ka’bah pada saat penaklukan kota Makkah. Lalu beliau memuji Allah dan menyanjung-Nya, kemudian bersabda,’Barangsiapa mempunyai persekutuan pada masa Jahiliyah, masa Islam tidak menambahnga melainkan kekokohan, dan tidak ada hijrah setelah penaklukan (kota Makkah).”
- Shahih Lighairihi. Isnad ini hasan. Lihat Shahih Abi Dawud (2597). Diriwayatkan Ahmad (2/170,707,212), At-Tirmidziy: Kitab As-Sair. Bab Maa jaa-a fil half (1585), Ibnul Jarud dalam kitab Al-Muntaqaa (1052), hadits ini diperkuat oteh hadist Jabir bin Muth’im dalam riwayat Mustim: Fadhaailush shahaabah (206).
📃 Kosa Kata Hadits
- Makna دَرَجِ الْكَعْبَةِ : Jamak dari darajah, yaitu tangga. Ad-darj juga berarti jalan.
- Makna إِلَّا شِدَّةً : Kecuali sebagai penegasan untuk menjaga persekutuan yang dilakukan pada masa jahiliyah yang sesuai dengan hukum Islam, seperti menyambung hubungan keluarga, membela yang benar, membela
orang yang dizhalimi dan sejenisnya. Hal seperti ini tetap berlaku. Adapun yang bertentangan dengan ajaran Islam, maka Islam menghancurkan dan membatalkannya. Tidak ada hijrah setelah Fat-hu Makkah (penaklukan kota Makkah), artinya tidak ada lagi hijrah dari kota Makkah karena Makkah telah menjadi negeri Islam. Adapun negeri yang agama Islam tidak mungkin ditampakkan di dalamnya, maka orang yang mampu wajib hijrah darinya.
💡 Kandungan Hadits
Penghapusan kewajiban hijrah dari negeri Makkah ke Madinah karena Makkah telah menjadi negeri Islam. Negeri-negeri lainnya mempunyai hukum seperti Makkah jika telah ditaklukkan oleh kaum muslimin.
بَابُ مَنِ اسْتَمْطَرَ فِي أَوَّلِ الْمَطَرِ
259. MEMINTA HUJAN PADA AWAL TURUN HUJAN
- ‘Abdullah bin Abil Aswad mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ja’far bin Sulaiman mengabarkan kepada kami dari Tsabit:
٥٧١ – عَنْ أَنَسٍ قَالَ: أَصَابَنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَطَرٌ، فَحَسَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَوْبَهُ عَنْهُ حَتَّى أَصَابَهُ الْمَطَرُ، قُلْنَا: لِمَ فَعَلْتَ؟ قَالَ: «لِأَنَّهُ حَدِيثُ عَهْدٍ بِرَبِّهِ»
Dari Anas, ia berkata, “Kami pernah mengalami hujan bersama Nabi, lalu beliau menyingsingkan bajunya hingga beliau terkena air hujan. Lalu kami bertanya, ‘Mengapa engkau lakukan itu?’ Beliau menjawab, ‘Karena ia baru saja diciptakan dari Rabb-nya’.
- Diriwayatkan Muslim: Kitab Sholatul Istisqa. Bab Ad-Du’aa fil istisqa’ (13).
📃 Kosa Kata Hadits
- Makna حَسَرَ : Membuka sebagian badan.
- Makna حَدِيثُ عَهْدٍ بِرَبِّهِ: Baru diciptakan oleh Allah. Artinya, hujan adalah rahmat yang baru saja diciptakan oleh Allah sehingga berkahnya dicari.
💡 Kandungan Hadits
- Ketika hujan baru turun, disunnahkan membuka sebagian badan selain aurat agar terkena hujan. Di dalamnya juga terdapat petunjuk bahwa jika orang yang keutamaannya lebih rendah melihat sesuatu yang tidak diketahui dari orang yang keutamaannya lebih tinggi hendaknya menanyakannya agar ia mengajarinya sehingga bisa mengamalkan dan mengajarkannya kepada orang lain.
- Di dalamnya juga terdapat petunjuk yang jelas ketinggian Allah Tabaraka wa Ta’ ala atas makhluk-Nya.
بَابُ إِنَّ الْغَنَمَ بَرَكَةٌ
260. KAMBING ADALAH BERKAH
- Isma’il mengabarkan kepada kami, ia berkata: Malik mengabarkan kepadaku dari Muhammad bin’Amr bin Halhalah:
٥٧٢ – عَنْ حُمَيْدِ بْنِ مَالِكِ بْنِ خُثَيْمٍ أَنَّهُ قَالَ: كُنْتُ جَالِسًا مَعَ أَبِي هُرَيْرَةَ بِأَرْضِهِ بِالْعَقِيقِ، فَأَتَاهُ قَوْمٌ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ عَلَى دَوَابَّ، فَنَزَلُوا، قَالَ حُمَيْدٌ: فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ: اذْهَبْ إِلَى أُمِّي وَقُلْ لَهَا: إِنَّ ابْنَكِ يُقْرِئُكِ السَّلَامَ وَيَقُولُ: أَطْعِمِينَا شَيْئًا، قَالَ: فَوَضَعَتْ ثَلَاثَةَ أَقْرَاصٍ مِنْ شَعِيرٍ، وَشَيْئًا مِنْ زَيْتٍ وَمِلْحٍ فِي صَحْفَةٍ، فَوَضَعْتُهَا عَلَى رَأْسِي، فَحَمَلْتُهَا إِلَيْهِمْ، فَلَمَّا وَضَعْتُهُ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ، كَبَّرَ أَبُو هُرَيْرَةَ وَقَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَشْبَعَنَا مِنَ الْخُبْزِ بَعْدَ أَنْ لَمْ يَكُنْ طَعَامُنَا إِلَّا الْأَسْوَدَانِ: التَّمْرُ وَالْمَاءُ، فَلَمْ يُصِبِ الْقَوْمُ مِنَ الطَّعَامِ شَيْئًا، فَلَمَّا انْصَرَفُوا قَالَ: يَا ابْنَ أَخِي، أَحْسِنْ إِلَى غَنَمِكَ، وَامْسَحْ الرُّغَامَ عَنْهَا، وَأَطِبْ مُرَاحَهَا، وَصَلِّ فِي نَاحِيَتِهَا، فَإِنَّهَا مِنْ دَوَابِّ الْجَنَّةِ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ تَكُونُ الثُّلَّةُ مِنَ الْغَنَمِ أَحَبَّ إِلَى صَاحِبِهَا مِنْ دَارِ مَرْوَانَ
Dari Humaid bin Malik bin Khutsaim, bahwa ia berkata, “Aku pernah duduk bersama Abu Hurairah di tanahnya di daerah Al Aqiq. Lalu suatu kafilah Madinah dengan berkendaraan mendatanginya. Lalu mereka turun.” Humaid berkata, “Lalu Abu Hurairah berkata (kepadaku), ‘Pergilah kepada ibuku dan kata kan kepadanya, ‘Anakmu mengirim salam untukmu.’ Dan ia juga berkata, ‘Berilah kami suatu makanan.’ Lalu ibunya meletakkan tiga roti pipih dan minyak serta garam di atas sebuah nampan lalu ia menempatkan itu semua di atas kepalaku dan aku membawanya kepada mereka. Tatkala aku letakkan di hadapan mereka, Abu Hurairah bertakbir berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang telah membuat kami kenyang dengan roti setelah kami tidak memiliki makanan kecuali kurma dan air. Lalu kafilah itu memakannya. Ketika mereka hendak pergi, Abu Hurairah berkata, ‘Wahai putra saudaraku, berbuat baiklah kepada kambingmu dan hilangkanlah debu darinya serta perbaikilah kandangnya, dan shalatlah di dekatnya karena ia adalah salah satu binatang surga. Demi Rabb yang jiwaku berada di Tangan-Nya, akan datang satu zaman yang sekawanan kambing lebih disukai oleh pemiliknya daripada istana Marwan.”
📃 Kosa Kata Hadits
- Makna الرَّغَامَ : Tanah/debu. Sedangkan الرُّغَامَ adalah ingus.
- Makna المَراحُ: Tempat kembali (kandang) binatang ternak.
- Makna الثُّلَّةُ : Sekelompok/sekumpulan kambing.
💡 Kandungan Hadits
- Keberkahan pada kambing artinya kambing itu tidak mengganggu orang yang shalat dan tidak memutus shalatnya. Kambing juga tidak mempunyai sifat membangkang, banyak berkembang biak. Ia salah satu binatang surga dan para pemiliknya melukiskannya sebagai binatang yang mempunyai ketenangan.
- Perintah mengerjakan shalat di kandang kambing adalah perintah yang menunjukkan pembolehan, bukan perintah yang menunjukkan kewajiban.
- Muhammad bin Yusuf mengabarkan kepada kami, ia berkata: Waki’ mengabarkan kepada kami, ia berkata: Isma’il Al-Azraq mengabarkan kepada kami dari Abu ‘(Jmar, dari Ibnul Hanafiyyah:
٥٧٣ – عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الشَّاةُ فِي الْبَيْتِ بَرَكَةٌ، وَالشَّاتَانِ بَرَكَتَانِ، وَالثَّلَاثُ بَرَكَاتٌ» ضعيف جدا
Dari ‘Ali bahwa Nabi bersabda, “Satu kambing di rumah adalah satu berkah, dua kambing adalah dua berkah, dan tiga kambing adalah bangak berkah.”
- Dha’if jiddan. lsmail Al-Azraq matruk. Lihat Adh-Dha’ifah (3751). Diriwayatkan Al-‘Uqailiy datam karyanya Adh-Dhu’afaa’ (1/97), lbnu Abid Dunyaa dalam kitab Ishlahul maal (179). Adanya kambing sebagai berkah telah sah riwayatnya dari hadits Ummu Hani’ dalam Sunan lbnu Majah (2304) dan dari hadist ‘Urwah Al-Bariqiy dalam Sunan lbnu
Majah juga (2305). Lihat Ash-Shahihah (773 dan 1763).
💡 Kandungan Hadits
Lihai hadits sebelumnya.
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ
“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
Tinggalkan Balasan