بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
📚┃ Materi : Kitab Adabul Mufrad
🎙┃ Pemateri : Ustadz Deka Mujahidin, S.P.di Hafizhahullah (Pengajar Mabais Jajar Solo)
🗓️┃ Hari, Tanggal : Ahad, 18 Januari 2026 M / 29 Rajab 1447 H
🕌┃ Tempat : Masjid Al-Firdaus Makamhaji
📖 | https://shamela.ws/book/12991/852#p1
٢٦١. بَابُ الْإِبِلُ عِزٌّ لِأَهْلِهَا
261. Unta adalah Sebuah Kemuliaan Bagi Pemiliknya
📖 Hadits ke-1/574: Kebanggaan Pada Pemilik Unta; Ketenangan pada Pemilik Kambing
- Isma’il mengabarkan kepada kami, ia berkata: Malik mengabarkan kepadaku dari AbuzZinad, dari Al-A’raj :
٥٧٤ – عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «رَأْسُ الْكُفْرِ نَحْوَ الْمَشْرِقِ، وَالْفَخْرُ وَالْخُيَلَاءُ فِي أَهْلِ الْخَيْلِ وَالْإِبِلِ، الْفَدَّادِينَ أَهْلِ الْوَبَرِ، وَالسَّكِينَةُ فِي أَهْلِ الْغَنَمِ» صحيح
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Induk kekafiran berada ke arah timur, kebanggaan serta kecongkakan ada pada pemilik kuda dan unta dan pemilik ratusan unta dan kuda serta pada para pemilik ternak di dusun, sedangkan ketenangan berada pada pemilik kambing.”
Diriwayatkan Al-Bukhariy: Kitab Bad’ul Khalqi. Bab Khairu Malil Muslim (3301) dan Kitab Muslim: Kitab Al-Iman. Bab Tafaadhul ahlil iimaani fiihi (hadits 85).
📃 Kosa Kata Hadits
- Makna الْفَخْرُ : Menyebut kemulian-kemuliaan/perbuatan-perbuatan yang telah berlalu dalam rangka mengagungkannya.
- Makna الْخُيَلَاءُ : sombong dan merendahkan orang lain.
- Makna الْفَدَّادِينَ : Bentuk jamak dari faddan yaitu orang yang mempunyai seratus hingga seribu ekor unta.
- Makna أَهْلِ الْوَبَرِ : Orang-orang yang sekaligus mempunyai kuda, unta, dan hidup tidak menetap (Badui), yakni mereka bukan ahlul madar. Orang Arab biasa menyebut orang kota (hidup menetap) dengan ahlul madar dan menyebut orang-orang desa dengan ahlul wabar.
💡 Kandungan Hadits:
- Hadits ini menunjukkan keparahan kekafiran orang-orang Majusi karena kehancuran Persia, dan orang-orang yang mengikuti mereka berasal dari arah timur jika dilihat dari Madinah.
- Celaan bagi para petani dan para peternak yang mengeraskan suara di ladang-ladang dan di tengah binatang-binatang ternak mereka karena kesibukan mengurus kehidupan dunia mereka. Yang demikian dapat membuat hati mereka menjadi keras.
- Para peternak kambing diberi keistimewaan khusus dengan ketenangan dan tawadhu’ karena umumnya mereka tidak terlalu bersemangat dalam berusaha mendapatkan kekayaan dan jumlah
yang banyak yang kedua hal ini merupakan salah satu penyebab timbulnya sifat angkuh dan sombong.
📖 Hadits ke-2/575: Keberkahan pada Kambing
- ‘Amr bin Marzuq mengabarkan kepada kami, ia berkata: Syu’bah mengabarkan kepada kami dari ‘Umarah bin Abi Hafshah, dari’lkrimah:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: عَجِبْتُ لِلْكِلَابِ وَالشَّاءِ، إِنَّ الشَّاءَ يُذْبَحُ مِنْهَا فِي السَّنَةِ كَذَا وَكَذَا، وَيُهْدَى كَذَا وَكَذَا، وَالشَّاءُ أَكْثَرُ مِنْهَا، وَالْكَلْبُ تَضَعُ الْكَلْبَةُ الْوَاحِدَةُ كَذَا وَكَذَا. صحيح
Dari lbnu Abbas, ia berkata, “Aku kagum pada anjing-anjing dan kambing-kambing. Kambing dipotong dalam setahun sekian, sekian, dan dihadiahkan sekian, sekian. Sedangkan anjing, satu ekor anjing betina melahirkan sekian, sekian, tetapi kambing tetap lebih banyak daripada anjing.” lsnadnya shahih.
💡 Kandungan Hadits:
Adanya isyarat bahwa pada kambing terdapat perkembangan, pertambahan, dan kebahagiaan.
📖 Hadits ke-3/576: Anjuran agar Memiliki Binatang Ternak
- Qutaibah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Wahb bin Isma’il mengabarkan kepada kami dari Muhammad bin Qais, dari Abu Hind Al-Hamdaniy:
عَنْ أَبِي ظَبْيَانَ قَالَ: قَالَ لِي عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ: يَا أَبَا ظَبْيَانَ، كَمْ عَطَاؤُكَ؟ قُلْتُ: أَلْفَانِ وَخَمْسُمِائَةٍ، قَالَ لَهُ: يَا أَبَا ظَبْيَانَ، اتَّخِذْ مِنَ الْحَرْثِ وَالسَّابْيَاءِ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَلِيَكُمْ غِلْمَةُ قُرَيْشٍ، لَا يُعَدُّ الْعَطَاءُ مَعَهُمْ مَالًا. حسن
Dari Abu Zhabyan, ia berkata, “Umar bin Al-Khaththab berkata kepadaku, ‘Wahai Abu Zhabyan, berapa pemberianmu?’ Aku menjawab, ‘Dua ribu lima ratus.”‘ ‘Umar berkata kepadanya, “Wahai Abu Zhabyan, jadikan itu untuk lahan pertanian dan peternakan sebelum orang-orang Quraisy menguasai kalian. Pemberian harta bagi mereka tidaklah dianggap kekayaan.”
Hasan. Diriwayatkan juga oleh lbnu Abid Dunya dalam kitab lshlaahul maal (66) melalui Abu Bakr bin ‘Amr bin ‘Utbah Al-Qurasyiy dari Abi Zhabyaan.
📖 Penjelasan Kata:
- Makna العَطَاء : adalah hibah (pemberian).
- Makna السَّابْيَاءِ: binatang-binatang ternak, pertumbuhan dan banyaknya.
- Makna غِلْمَةُ : Jamak dari ghulam. Kata ini digunakan untuk menunjukkan laki-laki sebagai bentuk majaz.
💡 Kandungan Hadits:
Dalam hadits ini terkandung anjuran agar memiliki binatang ternak yang banyak karena binatang ternak adalah harta kekayaan bagi seseorang.
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ
“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
Tinggalkan Balasan