Adabul Mufrad Hadits 481- 484: Do’a Orang yang Didzalimi dan Kedzaliman adalah Kegelapan

بسم الله الرحمن الرحيم

📚┃Materi :Al-Adab Al-Mufrad” | ✍🏼Karya : Imam Al-Bukhari رحمه الله تعال
🎙┃Pemateri : Ustadz Deka Mujahidin, S.Pdi حفظه الله تعالى
▪ Alumnus STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya
▪ Dosen aktif di MABAIS Surakarta
▪ Pengajar Ilmu Syar’i Pondok Pesantren Khulafaurrosyidin Cemani
🗓┃Hari : Insya Allah Rutin Setiap Hari Ahad Malam Senin
🕰┃Waktu : Ba’da Maghrib – Isya’
🕌┃Tempat : Masjid Al Firdaus Jaten Makamhaji – Dusun III, Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo



Bab 223: Do’a Orang yang Didzalimi

بَابُ دَعْوَةِ الْمَظْلُومِ

٤٨١ – حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ قَالَ: حَدَّثَنَا شَيْبَانُ، عَنْ يَحْيَى، عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ ” صحيح

481. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tiga doa mustajab, yaitu: doa orang yang sedang berpuasa, doa orang yang terzalimi, dan doa musafir.” (HR. At-Thabrani (1313), Baihaqi (648), dan Asy-Syajari (1014), dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

📃 Penjelasan:

Hadits ini menjelaskan tiga do’a yang mustajab. Telah banyak penjelasan tentang keutamaan do’a orang yang berpuasa dan saat safar. Kedua-duanya merupakan kondisi seorang hamba yang banyak dianjurkan untuk berdo’a.

Di sisi lain, harus hati-hati terhadap kedzaliman. Dzalim adalah lawan kata dari adil, adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya. Maka, dzalim adalah tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya. Dan do’a orang yang terzalimi adalah mustajab, meskipun yang menzalimi adalah orang kafir.

Umar Bin Khatab pernah didatangi seorang Yahudi tua yang mengeluh kepadanya mengenai masalah penggusuran rumahnya yang terancam digusur penguasa demi kepentingan umum, yaitu membangun masjid.

Dia menceritakan kepada Khalifah Umar, bila Gubernur Mesir Amr bin Ash meminta kepadanya agar meninggalkan tempat yang kumuh dan rumah yang reyot karena di situ akan dibangun sebuah rumah gubernur dan masjid yang megah. Kepada Umar dia mengatakan tetap tak mau memberikan tanah dan rumahnya untuk dijual kepada sang Gubernur Mesir tersebut. Warga pemeluk agama Yahudi ini tetap berkeras tak mau menjual karena tanahnya meski dalam kondisi berawa-rawa dan gubuknya yang reot tersebut adalah milik satu-satunya.

Mendengar ceritanya, mendadak roman muka Umar bin Khattab berbuah merah padam. Dengan murka ia berkata, “Perbuatan Amr bin Ash sudah keterlaluan!”

Kemudian Umar hanya memberikan tulang unta yang digaris, Tulang itu berisi ancaman Khalifah: Amr bin Ash, ingatlah kamu. Siapapun engkau sekarang, betapapun tingginya pangkat dan kekuasaanmu, suatu saat nanti kamu pasti akan berubah menjadi tulang yang busuk. Karena itu, bertindak adillah kamu seperti huruf alif yang lurus, adil di atas dan di bawah, Sebab, jika engkau tidak bertindak lurus, kupalang di tengah-tengahmu, aku tebas batang lehermu. Subhanallah sungguh teladan yang patut dijadikan contoh para pemimpin.

📖 Kandungan Hadits (Sama dengan Hadits#32):

  1. Do’a orang yang dizhalimi tidak akan ditolak, baik dia muslim atau kafir.
  2. Do’a musafir mustajab karena ia berdo’a kepada Allah dengan hati yang luluh.

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

بَابُ سُؤَالِ الْعَبْدِ الرِّزْقَ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لِقَوْلِهِ: ارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Bab 224: Permohonan Rezeki Seorang Hamba kepada Allah dalam Firman-Nya:

وَٱرْزُقْنَا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ

Berilah kami rezeki, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama.

📃 Penjelasan:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّـهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ ﴿٥٨﴾

“Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.“ (QS. Adh-Dhariyat[51]: 58)

Hamba yang tahu bahwa Allah Maha Pemberi Rizki, maka hal ini akan mendorong dia untuk berdo’a kepada Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap pagi berdo’a:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً، وَرِزْقاً طَيِّباً، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal yang diterima“. (HR. Ahmad)

Dari sini kita mengetahui bahwa jangan sampai seorang hamba hanya mengandalkan akal, kecerdasan, kerabat atau partner. Karena semua itu tidak dapat memberikan rizki kepada kita.

Kunci-kunci rezeki memiliki dua sebab, yaitu sebab kauni dan sebab syar’i. Sebab kauni, yaitu sebab-sebab yang berkaitan dengan hukum sebab-akibat, misal kunci rezeki pada sebab ini seperti berdagang, berkebun, dan bekerja. Adapun sebab syar’i, yaitu sebab yang ditentukan oleh syariat, mengapa sesuatu itu terjadi, meskipun itu bukan sebab yang kauni. Seperti dengan bertakwa, berdo’a, istighfar, shalat dan berinfak.

٤٨٢ – حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي أُوَيْسٍ قَالَ: حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي الزِّنَادِ، عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْمِنْبَرِ نَظَرَ نَحْوَ الْيَمَنِ فَقَالَ: «اللَّهُمَّ أَقْبِلْ بِقُلُوبِهِمْ» ، وَنَظَرَ نَحْوَ الْعِرَاقِ فَقَالَ مِثْلَ ذَلِكَ، وَنَظَرَ نَحْوَ كُلِّ أُفُقٍ فَقَالَ مِثْلَ ذَلِكَ، وَقَالَ: «اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا مِنْ تُرَاثِ الْأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا فِي مُدِّنَا وَصَاعِنَا» ضعيف

482. Dari Jabir, bahwa ia mendengar Nabi ﷺ bersabda dari atas mimbar sambil melihat ke arah Yaman, “Ya Allah, jadikanlah hati mereka menyambut kami.” Kemudian beliau menghadap ke arah Irak sambil bersabda seperti itu, dan menghadap ke semua arah sambil bersabda seperti itu. Kemudian beliau bersabda “Ya Allah, berilah kami rizki dari hasil bumi dan berikanlah kepada kami berkah pada mudd dan sha’ kami.”

📖 Isnadnya Dhaif. HR. Ahmad (3/342) dan al-Bazzar (1184) dari Kitab Kasyful Astar

📃 Penjelasan:

Do’a ini dipanjatkan oleh Nabi ﷺ dikarenakan makanan penduduk Madinah datang dari Yaman, maka beliau pun menutup do’anya dengan permohonan agar takaran sha’ dan mudd makanan yang didatangkan dari Yaman diberkahi.

Disebut Yaman karena negara tersebut terletak di sebelah yamin Ka’bah (sebelah kanan Ka’bah), hal ini disebutkan oleh Abu ‘Ubaidah. Sedangkan Quthrub berkata, “Dinamakan Yaman karena keberuntungannya dan dinamakan Syam karena kesialannya (syu’m).” Atau disebut Yaman karena diambil dari nama Yaman bin Qahthan dan disebut sebagai Syam karena diambil dari Saam bin Nuh, dan asal kata Saam adalah Syaam.

Syam adalah saat ini, wilayah Syam mencakup sebagian besar negara Suriah, Lebanon, Yordania, dan Palestina. Dan Syam memiliki keistimewaan khusus yang disebut Nabi ﷺ. Dalam riwayat, Rasulullah ﷺ bersabda:

إذا فسدَ أَهْلُ الشَّامِ فلا خيرَ فيكم : لا تَزالُ طائفةٌ من أمَّتي منصورينَ لا يضرُّهم من خذلَهُم حتَّى تقومَ السَّاعةُ

“Jika penduduk Syam telah rusak, maka tidak ada kebaikan pada kalian. (Karena itu), akan selalu ada dari kalangan umatku kelompok yang mendapatkan pertolongan. Sampai hari kiamat tiba, orang-orang ini tidak akan dirugikan oleh orang-orang yang telah meninggalkan mereka.” (HR Tirmidzi).

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

بَابُ الظُّلْمُ ظُلُمَاتٌ

Bab 225. Kedzaliman adalah Kegelapan

– حَدَّثَنَا بِشْرٌ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ: حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ قَيْسٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مِقْسَمٍ قَالَ: سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اتَّقُوا الظُّلْمَ، فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَاتَّقُوا الشُّحَّ، فَإِنَّ الشُّحَّ أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، وَحَمَلَهُمْ عَلَى أَنْ سَفَكُوا دِمَاءَهُمْ، وَاسْتَحَلُّوا مَحَارِمَهُمْ» صحيح

483. Jābir bin Abdillah -raḍiyallāhu ‘anhumā- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Jauhilah perbuatan zalim, karena sungguh kezaliman itu adalah kegelapan pada hari kiamat. Jauhilah juga sifat kikir, karena kikir telah membinasakan orang-orang sebelum kalian. Sifat kikir telah menyebabkan mereka menumpahkan darah dan menghalalkan apa yang diharamkan.” [Sahih] – [HR. Muslim] – [Sahih Muslim – 2578]

📃 Penjelasan:

Nabi ﷺ memperingatkan umatnya terhadap perbuatan zalim, termasuk di antaranya: menzalimi orang lain, menzalimi diri, dan kezaliman di dalam hak Allah Ta’ala. Kezaliman adalah tidak memberikan hak kepada pemiliknya.

Beliau juga melarang sifat kikir (syuḥ) yang merupakan sifat sangat pelit disertai ketamakan, termasuk lalai dalam menunaikan hak-hak harta dan sangat tamak terhadap dunia. Kezaliman jenis inilah yang membinasakan umat sebelum kita, yang menyebabkan mereka saling bunuh dan menghalalkan perbuatan-perbuatan yang diharamkan Allah ﷻ.

Perlu diperhatikan terutama kepada orang tua kita, jangan sampai kita pelit kepada mereka. Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari bapaknya, dari kakeknya, ia berkata bahwa ada seseorang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu ia berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki harta dan anak. Namun orang tuaku membutuhkan hartaku. Rasulullah kemudian menjawab,

أَنْتَ وَمَالُكَ لِوَالِدِكَ إِنَّ أَوْلاَدَكُمْ مِنْ أَطْيَبِ كَسْبِكُمْ فَكُلُوا مِنْ كَسْبِ أَوْلاَدِكُمْ

“Engkau dan hartamu milik orang tuamu. Sesungguhnya anak-anakmu adalah sebaik-baik hasil usahamu. Makanlah dari hasil usaha anak-anakmu.”

(HR. Abu Daud, no. 3530; Ahmad, 2: 214. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth menyatakan bahwa hadits ini shahih lighairihi, sanad haditsnya hasan)

Dan diantara sebab-sebab yang mendatangkan rezki juga adalah silaturahim, banyak hadits yang menunjukan itu, diantaranya:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رسول الله صلى الله عليه و سلم: مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ .أخرجه البخاري

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullāh ﷺ bersabda, “Barangsiapa senang untuk dilapangkan rezeki dan dipanjangkan umurnya, maka jalinlah tali silaturahim (hubungan antar kerabat).” (HR: Bukhari).

Silaturahim terdekat adalah ibu. Maka berusahalah berbakti sebaik mungkin kepada mereka.

📖 Kandungan Hadits (Sama seperti Hadits#470):

  1. Kekikiran adalah penyebab kebinasaan di dunia dan akhirat.
  2. Kezhaliman di dunia, pada Hari Kiamat kelak akan datang dalam bentuk kegelapan-kegelapan yang teramat sangat yang menyelimuti pelakunya.

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

٤٨٤ – حَدَّثَنَا حَاتِمٌ قَالَ: حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ: حَدَّثَنَا الْمُنْكَدِرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَكُونُ فِي آخِرِ أُمَّتِي مَسْخٌ، وَقَذْفٌ، وَخَسْفٌ، وَيُبْدَأُ بِأَهْلِ الْمَظَالِمِ«. ضعيف

484. Dari Jabir, ia berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Pada akhir ummatku akan terjadi perubahan memburuk pada bentuk dan lontaran tuduhan serta pembenaman ke dalam bumi, dan itu dimulai dengan para pelaku kezhaliman.’”

Isnadnya Dhaif. Shahih pada beberapa hadits lain. Lihat ash-Shahihah (1787).

📖 Kandungan Hadits:

  1. Kezhaliman adalah salah satu penyebab kebinasaan dan kehancuran.
  2. Di antara tanda-tanda Kiamat adalah adanya perubahan memburuk, fitnah dan bencana bumi pada ummat Muhammad.

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *