
Hijrah, meninggalkan sesuatu yang dicintai demi meraih keridhaan Allah, memang terasa berat di awal. Namun, bagi mereka yang tulus dalam niat dan ikhlas karena Allah, semua kesulitan tersebut akan terasa manis dalam jiwa. Hijrah tidak hanya sekadar perpindahan tempat, tetapi juga meninggalkan kemaksiatan menuju ketaatan. Allah akan mengganti kesulitan hijrah dengan ketenangan hati dan kebahagiaan yang hakiki.
Allah Ta’ala berfirman:
وَمَن يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَن يَخْرُجْ مِن بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ
“Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya akan mendapatkan di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menjemputnya, maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah.”
(QS. An-Nisa: 100)
Rasulullah ﷺ bersabda:
«الْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ»
“Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa-apa yang Allah larang.”
(HR. Bukhari)
🌱 Faidah:
Hijrah memang sering terasa berat, baik hijrah fisik maupun hijrah dari perbuatan dosa. Namun, Allah menjanjikan bahwa di balik beratnya perjuangan itu, akan ada kelapangan dan keberkahan yang melimpah. Mereka yang hijrah dengan niat ikhlas karena Allah akan merasakan manisnya iman dan ketenangan batin yang tidak tergantikan oleh apapun di dunia ini. Hijrah membawa perubahan besar dalam kehidupan seorang muslim, menjadikannya lebih dekat kepada Allah, dan membuka jalan menuju surga-Nya.
Perjuangan hijrah memang menuntut pengorbanan, tetapi buah dari hijrah adalah kebahagiaan sejati yang hanya bisa dirasakan oleh hati yang tulus. Semakin besar ujian dalam hijrah, semakin manis pula ganjarannya di sisi Allah.
Tinggalkan Balasan