Islam adalah agama rahmat yang mengajarkan kelembutan dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam berdakwah. Rasulullah ﷺ sebagai suri teladan umat manusia, selalu menunjukkan sikap penuh kasih sayang dan kelembutan saat menyampaikan ajaran Islam, bahkan kepada orang-orang yang memusuhinya. Dalam salah satu sabdanya, beliau bersabda:
إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ
“Sesungguhnya kelemah-lembutan itu tidaklah ada pada sesuatu melainkan ia memperindahnya, dan tidaklah dicabut dari sesuatu melainkan ia membuatnya buruk.”
(HR. Muslim, no. 2594)
Kelembutan dalam dakwah bukan hanya memperindah pesan yang disampaikan, tetapi juga membuka pintu hati manusia. Sebaliknya, sikap kasar dan keras hanya akan menjauhkan orang dari kebenaran. Allah ﷻ berfirman kepada Nabi Muhammad ﷺ dalam Al-Qur’an:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّۭا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.”
(QS. Ali ‘Imran: 159)
Lemah lembut adalah cerminan akhlak mulia. Bahkan dalam menghadapi musuh atau orang yang keliru, Islam mengajarkan untuk bersikap bijaksana. Allah ﷻ memerintahkan Nabi Musa dan Nabi Harun untuk berbicara lembut kepada Fir’aun, meskipun dia seorang penguasa yang zalim:
فَقُولَا لَهُۥ قَوْلًۭا لَّيِّنًۭا لَّعَلَّهُۥ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ
“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.”
(QS. Thaha: 44)
Sebagai seorang da’i atau siapa saja yang ingin menyampaikan kebaikan, hendaknya kita meneladani akhlak Rasulullah ﷺ dan para nabi. Kelembutan bukan tanda kelemahan, melainkan kekuatan yang membawa keberkahan. Sikap ini akan mempererat hubungan, menumbuhkan kasih sayang, dan mengundang hidayah dari Allah.
Mari berdakwah dengan hati yang lapang, tutur kata yang lembut, dan akhlak yang mulia. Sebab, itulah jalan yang akan menyentuh hati manusia dan memperindah dakwah kita.
Tinggalkan Balasan