
ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ
Kajian : Tadabbur Surat Al-Baqarah Ayat 177.
Tanggal: 19 Rabi’ul Awal 1447 / 12 September 2025
Tempat: Masjid Al-Qomar Purwosari, Surakarta
Bersama: Ustadz Rizqi Narendra, Lc Hafidzahullah (Pengajar Ilmu Syar’i Pondok Pesantren Imam Bukhori).
Kenapa Umat Islam Dihinakan? – Tadabbur Surat Al-Baqarah Ayat 177
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 177:
۞ لَّيْسَ ٱلْبِرَّ أَن تُوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ قِبَلَ ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ ٱلْبِرَّ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةِ وَٱلْكِتَٰبِ وَٱلنَّبِيِّۦنَ وَءَاتَى ٱلْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ذَوِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ وَٱلسَّآئِلِينَ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَٰهَدُوا۟ ۖ وَٱلصَّٰبِرِينَ فِى ٱلْبَأْسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَحِينَ ٱلْبَأْسِ ۗ أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُتَّقُونَ
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
📃 Penjelasan:
Ayat ini adalah sambungan dari ayat-ayat sebelumnya, awal-awal Juz 2 yaitu kelakuan Bani Israil yang disebut sebagai orang-orang bodoh.
Awal perintah shalat setelah Isra Mi’raj menghadap Baitul Maqdis. Saat di Mekah, beliau menghadap searah dengan Ka’bah karena beliau shalat di arah selatan.
Shalat –> Ka’bah –> Madinah –> Baitul Maqdis
Kemudian beliau hijrah ke Madinah, maka posisi Ka’bah menjadi bertentangan arah dengan Baitul Maqdis.
Ka’bah <– Shalat (Madinah) –> Baitul Maqdis
Maka, Kaum Yahudi membuly Nabi ﷺ karena meniru ibadah mereka yang mengarah ke Baitul Maqdis.
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam shalat menghadap ke Baitul Maqdis selama enam belas bulan atau tujuh belas bulan, dimana beliau menyukai kiblatnya ke Baitullah. Sehingga ada masjid di Madinah bernama Masjid Qiblatain (Dua kiblat).
Kemudian setelah itu diperintahkan oleh Allah menghadap Ka’bah (Baitul Haram) hal itu sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala:
فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ
“Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya” [Al-Baqarah/7:144].
Meskipun arah dirubah, tetapi umat Yahudi tetap membuly Rasulullah ﷺ disebabkan kedengkian mereka.
Maka, kemudian turun ayat 177 surat Al-Baqarah, Ayat ini menegaskan bahwa kebajikan/ketaatan (al-Birr) yang mengantar kepada kedekatan kepada Allah ﷻ bukanlah dalam menghadapkan wajah dalam shalat ke arah timur dan barat tanpa makna, tetapi kebajikan adalah yang mengantar kepada kebahagiaan dunia dan akherat, yaitu keimanan kepada Allah ﷻ, dan lain-lain yang disebutkan ayat tersebut.
Makna Al-Birr (Kebaikan)
Imam al-Bassam menjelaskan bahwa al-Birr adalah ism jami’un lil khairat (nama yang mencakup berbagai kebaikan). Dalam Bahasa arab, terdapat beberapa kata yang jika diterjemahkan memiliki makna yang sama yaitu kebaikan, seperti kata al-birr, al-khair, ma’ruf, hasan, thayyib.
Kata al-birr sendiri, dalam konteks penggunaannya menunjukkan arti “kebaikan yang dilakukan secara terus-menerus tanpa mengenal waktu dan tempat.” Kebaikan dalam bentuk birr itu dapat dilakukan oleh seseorang kepada sesamanya, dan dapat pula dilakukan oleh Allah terhadap makhluk-makhluk-Nya. Yang menjadi inti dalam kata “birr” itu adalah kebaikan yang secara terus-menerus dilakukan tanpa batas waktu dan tempat.
Berbuat baik kepada kedua orangtua menggunakan kata al-birr, yaitu birrul walidain. Hal demikian mengindiskasikan bahwa berbuat baik kepada kedua orangtua harus dilakukan di atas berbuat baik kepada siapapun, kapanpun dan dimanapun.
Al-Birr dalam Ayat
- Kebaikan bukan menghadap wajah ke timur dan barat.
- Beriman kepada Allah ﷻ, Malaikat-malaikat Kitab-kitab dan Nabi-nabi.
- Memberikan harta yang dicintai kepada anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir, orang-orang yang meminta.
- Memerdekakan hamba sahaya.
- Mendirikan shalat
- Menunaikan zakat
- Bersabar dalam kesempitan dan musibah serta peperangan.
Itulah diantara ciri-ciri orang yang beriman dan bertakwa yang benar.
Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi rahimahullah berkata dalam tafsirnya Al-Aisar, Ayat ini adalah peringatan keras bagi orang-orang muslim bagi yang mencukupkan Agama hanya pada shalat, dan tidak peduli lagi amalan yang lain dan melakukan maksiat.
Cara beragama seperti ini tidak menjadikan orang menjadi beriman. Karena iman mengandung tiga unsur: meyakini dengan hati, melafadzkan dengan lisan dan beramal dengan perbuatan.
Maka, inilah penyebab kehinaan Umat Islam, yaitu iman terhadap sebagian dan kufur terhadap sebagian yang lain. Na’udzubillahmindalik.
Allah ﷻ berfirman dalam Surat Al-Baqarah Ayat 85:
أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ ٱلْكِتَٰبِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ ۚ فَمَا جَزَآءُ مَن يَفْعَلُ ذَٰلِكَ مِنكُمْ إِلَّا خِزْىٌ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَيَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ يُرَدُّونَ إِلَىٰٓ أَشَدِّ ٱلْعَذَابِ ۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ
“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
Tinggalkan Balasan