Keutamaan Mengagungkan Allah dan Bahaya Meremehkan-Nya

Kemuliaan dan derajat seseorang di sisi Allah subhanahu wa ta’ala bukanlah hasil jerih payah semata, melainkan berdasarkan kadar pengagungan seseorang kepada Allah. Allah meninggikan derajat mereka yang memuliakan-Nya, dan merendahkan derajat mereka yang meremehkan keagungan-Nya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mempertegas hal ini dalam sabdanya:
مَنْ تَوَاضَعَ لِلَّهِ رَفَعَهُ اللَّهُ وَمَنْ تَكَبَّرَ وَضَعَهُ اللَّهُ
“Barang siapa yang tawadhu’ (rendah hati) karena Allah, maka Allah akan meninggikan derajatnya. Dan barang siapa yang sombong, Allah akan merendahkannya.”
(HR. Muslim, no. 2588)

Orang yang tawadhu’ karena Allah adalah mereka yang menyadari bahwa segala sesuatu yang dimilikinya hanyalah titipan. Mereka tidak merasa tinggi hati atas nikmat yang Allah berikan, melainkan selalu bersyukur dan menggunakannya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sikap rendah hati ini akan membuat Allah meninggikan derajatnya di dunia dengan dihormati oleh manusia, dan di akhirat dengan mendapatkan derajat yang tinggi di sisi-Nya.

Sebaliknya, orang yang sombong dan meremehkan Allah dengan menyepelekan ibadah atau bermaksiat, akan direndahkan oleh-Nya. Kesombongan akan membuat hatinya jauh dari Allah, sehingga ia menjadi hina di dunia dan mendapat azab di akhirat.

Oleh karena itu, setiap hamba hendaknya selalu mengingat bahwa Allah adalah satu-satunya Zat yang mengatur segala urusan. Kita harus menjaga hati dengan penuh ketundukan kepada Allah, memperbanyak ibadah, dan menghindari kesombongan. Allah meninggikan derajat orang-orang yang mengagungkan-Nya, dan merendahkan orang-orang yang mengabaikan keagungan-Nya.

Semoga kita termasuk hamba-hamba yang tawadhu’, penuh ketundukan, dan mengagungkan Allah dalam segala keadaan, sehingga kita dimuliakan oleh-Nya di dunia dan akhirat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *