Adabul MufradKajian Rutin

Adabul Mufrad Bab 283-284 | Hadits no. 653-655 | Beberapa Macam Do’a dan Adab-adabnya

بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم

📚┃Materi : Kitab Adabul Mufrad  | Hadits:  https://shamela.ws
🎙┃ Pemateri : Ustadz Deka Mujahidin, S.P.di Hafizhahullah (Dosen aktif di STAI JIC Jajar Surakarta)
🗓┃ Hari/ Tanggal : Ahad, 1 November 2026 M / 21 Jumadil Awal 1448 H
🕌┃Tempat : Masjid Al-Firdaus Makamhaji Kartasura 


 


٢٨٣ – بَابُ مَنْ دَعَا بِطُولِ الْعُمُرِ

BAB-283. BERDO’A (AGAR) DIBERI UMUR PANJANG

📖 Hadits ke-653: Do’a Nabi ﷺ kepada Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu dalam tiga hal.

653. ‘Arim mengabarkan kepada kami, ia berkata: Sa’id bin Zaid mengabarkan kepada kami dari Sinan, ia berkata:

٦٥٣ – حَدَّثَنَا أَنَسٌ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْخُلُ عَلَيْنَا، أَهْلَ الْبَيْتِ، فَدَخَلَ يَوْمًا فَدَعَا لَنَا، فَقَالَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ خُوَيْدِمُكَ أَلَا تَدْعُو لَهُ؟ قَالَ: «اللَّهُمَّ، أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ، وَأَطِلْ حَيَاتَهُ، وَاغْفِرْ لَهُ» . فَدَعَا لِي بِثَلَاثٍ، فَدَفَنْتُ مِائَةً وَثَلَاثَةً، وَإِنَّ ثَمَرَتِي لَتُطْعِمُ فِي السَّنَةِ مَرَّتَيْنِ، وَطَالَتْ حَيَاتِي حَتَّى اسْتَحْيَيْتُ مِنَ النَّاسِ، وَأَرْجُو الْمَغْفِرَةَ. صحيح

Anas mengabarkan kepada kami, ia berkata: Nabi ﷺ menemui kami -Ahlul Bait-. Suatu hari beliau masuk dan mendo’akan kami. Lalu Ummu Sulaim (ibu Anas) berkata (kepada Rasulullah), ‘Wahai Rasulullah, pembantu kecilmu ini, tidakkah engkau mendo’akannya?’ Beliau mengucapkan: ‘Allaahumma aktsir maalahu wawaladahu wa athil hayatahu waghfirlahu’ (Ya Allah, banyakkanlah harta dan anaknya, panjangkanlah umurnya dan berikanlah ampunan kepadanya). Beliau mendo’akanku dengan tiga hal: Aku mengubur 103 anak, penghasilan buah-buahanku memberi makan dua kali dalam setahun dan hidupku panjang hingga aku malu pada orang-orang dan aku mengharapkan pengampunan (dari Allah).”

📖 Shahih lighairihi. Diriwayatkan lbnu Sa’ad (7/19) dan Abu Ya’laa (4236) dan riwayat ini ada dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, namun tanpa doa “dan Panjang kan umurnya”. Dan ini sudah berlalu pada hadits no. (88). Lihat Ash-Shahihah (2241,2541).

📃 Kosa Kata Hadits

  • Makna فَدَفَنْتُ مِائَةً وَثَلَاثَةً : Wabah tha’un saat itu terjadi th. 96 H. Dalam waktu tiga hari 70 ribu orang meninggal, 80 orang anak Anas termasuk di antaranya. Dalam Ash-Shahih disebutkan bahwa Anas berkata, “Puteriku, Aminah, memberitahuku bahwa anak-anakku (selain cucu) yang dikubur hingga kedatangan Al-Hajjaj di Bashrah th. 75 H ada 120 orang. Banyaknya anak Anas yang meninggal tidak menafikan terkabulnya doa Nabi ﷺ agar ia diberi banyak anak dan mendapat berkah dari anak-anaknya itu, karena ia telah mendapatkan kegembiraan atas kelahiran mereka dan mendapat pahala atas musibah yang menimpa mereka.
  • Makna وَطَالَتْ حَيَاتِي : Usia paling panjang yang disebutkan bahwa ia hidup hingga usia 107 tahun, dan usia paling pendek yang disebutkan adalah 99 tahun (Fathul Bari).

💡 Kandungan Hadits

Dalam hadits ini terdapat pemberitahuan tentang nikmat-nikmat Allah dan mukjizat-mukiizat Nabi ﷺ, yakni bahwa berkumpulnya harta dan anak yang banyak pada satu orang merupakan sesuatu yang jarang terjadi (Fathul Bari).

*****

٢٨٤ – بَابُ مَنْ قَالَ: يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَعْجَلْ

BAB-284. DO’A HAMBA AKAN DIKABULKAN SELAMA IA TTDAK TERBURU-BURU

📖 Hadits ke-654: Larangan Buru-buru dan Adab Berdo’a

654. Abul Yaman mengabarkan kepada kami, ia berkata: Syu’aib mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhriy, ia berkata:

٦٥٤ – أَخْبَرَنِي ابْنُ عُبَيْدٍ مَوْلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ، وَكَانَ مِنَ الْقُرَّاءِ وَأَهْلِ الْفِقْهِ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، يَقُولُ: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي “. صحيح

Ibnu ‘Ubaid maula ‘Abdurrahman -ia termasuk orang yang hafal Al-Qur’an dan ahli fiqih- mengabarkan kepadaku, bahwa ia mendengar Abu Hurairah (meriwayatkan) bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “(Do’a) salah seorang di antara kalian akan dikabulkan selama ia tidak terburu-buru, di mana ia berkata, ‘Aku telah berdo’a tetapi tidak dikabulkan.”

📖 Diriwayatkan Al-Bukhari: Kitab Ad-Da’awaat. Bab Yustaajabu lil ‘Abdi Maa Lam Ya’jal (6340) dan Muslim: Kitab Adz-Dzikr wad Du’aa’. Bab Bayaan annahuu Yustaajabu lid daa’iy maa lam Ya’ jal (91).

💡 Kandungan Hadits

  1. Dalam hadits ini disebutkan salah satu adab ketika berdo’a, yakni hendaknya doa itu dipanjatkan secara terus-menerus dan tidak meminta ditunda pengabulannya.
  2. Termasuk adab-adab dalam berdo’a adalah memilih waktu-waktu yang utama untuk berdo’a, seperti ketika sedang sujud dan ketika mendengar adzan. Selain itu, adab-adab lainnya adalah mendahuluinya dengan wudhu’ dan shalat, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, mendahuluinya dengan taubat dan pengakuan dosa, ikhlas, memulai dengan pujian, sanjungan dan shalawat kepada Nabi ﷺ, serta memohon dengan menyebut Al-Asma’ul Husnaa.

Dalam ajaran Islam, setiap doa yang dipanjatkan oleh seorang mukmin—selama tidak mengandung dosa atau pemutusan silaturahim—pasti akan diterima dan dikabulkan oleh Allah Ta’ala melalui tiga cara utama (berdasarkan hadis riwayat Tirmidzi dan Ahmad):

  1. Disegerakan di Dunia: Allah mengabulkan doa tersebut secara langsung sesuai dengan apa yang diminta oleh hamba-Nya pada waktu yang cepat.
  2. Ditunda dan Diganti dengan Kebaikan Lain (Dijauhkan dari Musibah/Bala): Doa tidak diberikan dalam bentuk yang sama persis seperti yang diminta, tetapi Allah menolaknya dari bahaya, musibah, atau keburukan yang sepadan dengan nilai doa tersebut, atau menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik bagi hamba-Nya.
  3. Disimpan sebagai Pahala di Akhirat: Permintaan tersebut ditahan dan tidak diberikan di dunia, melainkan diubah menjadi pahala atau tabungan kebaikan yang besar kelak di hari kiamat

*****

📖 Hadits ke-655: Penyebab Do’a Tertolak

655. Abdullah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Mu’awiyah mengabarkan kepada kami bahwa Rabi’ah bin Yazid mengabarkan kepadanya dari Abu ldris:

٦٥٥ – عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ، أَوْ يَسْتَعْجِلَ فَيَقُولُ: دَعَوْتُ فَلَا أَرَى يَسْتَجِيبُ لِي، فَيَدَعُ الدُّعَاءَ “. صحيح.

Dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ , beliau bersabda: “(Do’a) salah seorang di antara kalian akan dikabulkan selama ia tidak meminta sesuatu yang berdosa atau memutuskan silaturrahim atau terburu-buru, di mana ia mengatakan, ‘Aku telah berdo’a tetapi aku tidak melihatnya dikabulkan,’ maka (akhirnya) ia meninggalkan doa”.

📖 Diriwayatkan Muslim: Kitab Adz-Dzikr wad Du’aa’. Bab Bayaan annahuu yustajaabu lid daa’iy maa Lam Ya’jal (92).

💡 Kandungan Hadits

Salah satu dari sekian syarat diterimanya doa adalah tidak berdo’a untuk memutuskan hubungan rahim dan tidak berputus asa dalam berdo’a dengan mengatakan: “Aku telah berdo’a dan berdo’a, tetapi aku tidak melihat do’aku dikabulkan.”

*****

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button