Adabul Mufrad Hadits No. 638-638 | Ucapan yang Disukai Allah | Do’a yang Menyeluruh dari Nabi

بسم الله الرحمن الرحيم
┃Materi : “Al-Adab Al-Mufrad”
✍Karya : Imam Al-Bukhari Rahimahullah
🎙┃Pemateri : Ustadz Deka Mujahidin, S.Pdi Hafidzahullah
▪ Alumnus STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya
▪ Dosen aktif di MABAIS Surakarta
▪ Pengajar Ilmu Syar’i Pondok Pesantren Khulafaurrosyidin Cemani
🗓┃Hari : Setiap Hari Ahad Malam Senin
🕰┃Waktu : Ba’da Maghrib – Isya’┃Tempat : Masjid Al Firdaus Jaten Makamhaji, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo
Bab 279 – Hadits 638: Ucapan yang paling disukai oleh Allah
638. Adam mengabarkan kepada kami, ia berkata: Syu’bah mengabarkan kepada kami dari Al-Jurairiy, dari Abu ‘Abdillah Al-Ghanawiy, dari ‘Abdullah bin Ash-Shamit:
عَنْ أَبِي ذَرِّ، عَنِ النَّبِّ :َ قَالَ: ((أَحَبُّ الْكَلَامِ إِلَى اللهِ: سُبْحَانَ الله لَا شَريْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِالله، سُبْحَانَ الله وَبِحَمْدِه)).
Dari Abu Dzarr, dari Nabi , beliau bersabda, “Ucapan yang paling disukai oleh Allah adalah: ‘Subhaanallaah, laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alaa kulli syai in qadiir. Laa haula wa laa quwwata illaa billaah, subhaanalaah wa bihamdih.” (Mahasuci Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya seluruh pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya kekuatan kecuali atas pertolongan Allah. Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya).
Shahih. Diriwayatkan juga Muslim: Kitab Adz-Dzikr Wad du’aa (84-85). Bab Fadhlu subhanallaahi wa bihamdihii, secara ringkas pada Fadhlu subhanallaahi wa bihamdihii saja. Lihat Ash-Shahihah (1498).
Penjelasan Kata:
- Kata لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلّا بِالله : Ada yang mengatakan, maknanya adalah tidak ada daya dalam menolak keburukaan dan tidak ada kekuatan dalam memperoleh kebaikan kecuali atas pertolongan Allah. Ada juga yang mengatakan, maknanya adalah tidak ada daya untuk menghindari kemaksiatan kepada Allah kecuali dengan penjagaan dari-Nya, dan tidak ada kekuatan untuk melakukan ketaatan kepada Allah kecuali dengan pertolongan-Nya.
Kandungan Hadits:
Terdapat banyak hadits yang menyebutkan keutamaan dzikir kepada Allah dengan ungkapan-ungkapan yang hampir sama dengan apa yang disebutkan dalam hadits ini. Saya sebutkan salah satunya di sini, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rasulullah pernah menjenguk Abu Dzarr, lalu ia bertanya, “Ayah dan ibuku menjadi tebusanmu, ucapan apa yang paling dicintai oleh Allah?” Beliau menjawab, “Ucapan yang Dia pilih untuk para Malaikat-Nya, yaitu Subhaana Rabbii wabihamdihi.” Dalam jalur lain disebutkan, “Ucapan yang paling dicintai oleh Allah ada empat: ‘Subhaanallaah, alhamdulillaah, laa ilaaha illallaah dan Allahu akbar.” Lihat dalam Shahih Muslim (no. 2731 dan 2137) dari Shahabat Samurah bin Jundab Dalam riwayat Ahmad dan Ibnu Hibban disebutkan dari Abu Dzarr: “Memperbanyak ucapan ‘Laa haula wa laa quwwata illaa billaah,’ melihat orang yang lebih rendah dan mencintai orang-orang miskin.” (Musnad Imam Ahmad (5/159) dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya
(2/192)).
Bab 279 – Hadits 639: Do’a yang Singkat dan Padat dari Nabi ﷺ
639. Ash-Shalt bin Muhammad mengabarkan kepada kami, ia berkata: Mahdi bin Maimun mengabarkan kepada kami dari Al-Jurairiy, dari Jabr bin Habib, dari Ummu Kultsum binti Abi Bakar:
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: دَخَلَ عَلَيَّ النَّبِيُّ وَأَنَا أُصَلِّي -وَلَهُ حَاجَةٌ، فَأَبطَأْتُ عَلَيْهِ- قَالَ: ((يَا عَائِشَةُ، عَلَيْكِ بِجُمَلِ الذُّعَاءِ وَجَوَامِعِهِ)). فَلَمَّا انْصَرَفْتُ قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ الله، وَمَا ُملُ الدُّعَاءِ وَجَوَامِعُُ؟ قَالَ: «قُوْلِيٍّ: (اللَّهُمَّ إِّيْ أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ، عَاجِلِهِ وَاجِلِهِ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الثَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَاآجِلِهِ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ. وَأَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍِ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَسْأَلُكَ مِمَّا سَأَلَكَ بِهِ مُحَمَّدٌ , وَأَعُوْذُ بِكَ مِمَّا تَعَوَّذَ مِنْهُ مُحَمَّدٌ ، وَمَا قَضَيْتَ لِيْ مِنْ قَضَاءٍ فَاجْعَلْ عَاقِبتَهُ رَشَدًا))).
Dari ‘Aisyah, ia berkata, “Suatu kali Nabi pernah masuk ke rumahku di saat aku sedang melaksanakan shalat -beliau mempunyai hajat lalu aku melambatkan shalatku -. Beliau bersabda: ‘Wahai ‘Aisyah, hendaklah engkau memanjatkan doa isinya padat dan menyeluruh.’ Setelah selesai aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apa doa yang padat isinya dan menyeluruh itu?’ Beliau menjawab: ‘Ucapkanlah: (‘Allaahumma innii as’aluka minal khairi kullihi, ‘aajlihi wa aajilihi maa ‘alimtu minhu wamaa lam a’lam, wa a’uudzu bika minasy syarri kullihi ‘aajilihi wa aajilihi maa ‘alimtu minhu wamaa lam a’lam. Wa as’alukal Jannata wamaa arraba ilaihaa min qaulin auw ‘amalin, wa a’uudzu bika minan naari wamaa qarraba ilaihaa min qaulin auw ‘amalin. Wa as’aluka mimmaa sa’alaka bihi Muhammadun wa a’uudzubika mimmaa ta’awwadza minhu Muhammadun , wa maa qadhaita lii min qadhaa in, faj’al ‘aaqibatahu rasyadaa” ) (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu seluruh kebaikan, di dunia maupun di akhirat, yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui, dan aku berlindung kepada-Mu dari seluruh keburukan, di dunia maupun di akhirat, yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Aku memohon kepada-Mu surga dan apa yang dapat mendekatkan(ku) kepadanya, baik berupa ucapan maupun perbuatan, dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka dan apa yang dapat mendekatkan(ku) kepadanya, baik berupa ucapan maupun perbuatan. Aku memohon kepada-Mu dengan apa yang dimohon oleh Muhammad , dan aku berlindung kepada-Mu dari apa yang Muhammad berlindung darinya. Dan ketentuan yang Engkau putuskan untukku jadikanlah kesudahannya sebagai kebaikan.”
Shahih. Diriwayatkan (6/134), Ibnu Majah: Kitab Ad-Du’aa. Bab Al-Jaaami’ Fiid du’aa (3846) dan Al-Hakim (1/521). Lihat Ash-Shahihah (1542).
Penjelasan Kata:
- Kata جمَلُ الْكَلَام وَجَوَامِعِهِ : Yakni kalimat yang mengandung tujuan-tujuan yang baik dan maksud-maksud yang benar; makna-makna yang banyak yang diungkapkan dengan lafazh-lafazh yang ringkas; atau kalimat yang mengandung adab-adab doa dan pujian kepada Allah.
- Kata عَاجِلِهِ وَآحِلِهِ: Aajil maksudnya adalah dunia, sedangkan aajil (dengan mengikuti wazan faa’il) maksudnya adalah kebaikan di akhirat.
- Kata مَا قَضَيْتَ لي مِنْ قَضَاءٍ : Artinya, apa yang telah Engkau tetapkan untukku dalam ilmu-Mu, baik yang telah terjadi atau belum, baik yang aku ketahui atau tidak.
Kandungan Hadits:
- Bacaan di atas termasuk jawami’ul kalim yang disunnahkan oleh Sang Pembuat syari’at untuk dipanjatkan dalam doa. Seorang hamba yang berdo’a dengan doa ini berarti telah memohon kepada Allah seluruh kebaikan dan berlindung kepada-Nya dari seluruh keburukan.
- Semua ucapan yang kita butuhkan untuk mendekatkan diri kepada Allah hendaknya berupa ucapan yang ringkas namun sempurna. Begitu pula dengan perbuatan.
Poster Ringkasan

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ
“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم



